✍️ Syekh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (wafat 1206 H) rahimahullah
﷽
إِعۡلَمۡ رَحِمَكَ اللهُ أَنَّ التَّوۡحِيدَ هُوَ إِفۡرَادُ اللهِ بِالۡعِبَادَةِ، وَهُوَ دِينُ الرُّسُلِ الَّذِي أَرۡسَلَهُمُ اللهُ بِهِ إِلَى عِبَادِهِ. فَأَوَّلُهُمۡ نُوحٌ عَلَيۡهِ السَّلَامُ أَرۡسَلَهُ اللهُ إِلَى قَوۡمِهِ لَمَّا غَلَوۡا فِي الصَّالِحِينَ: وَدٍّ وَسُوَاعٍ وَيَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٍ، وَآخِرُ الرُّسُلِ مُحَمَّدٌ وَهُوَ الَّذِي كَسَّرَ صُوَرَ هٰؤُلَاءِ الصَّالِحِينَ، أَرۡسَلَهُ إِلَى قَوۡمٍ يَتَعَبَّدُونَ وَيَحُجُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ وَيَذۡكُرُونَ اللهَ كَثِيرًا وَلَكِنَّهُمۡ يَجۡعَلُونَ بَعۡضَ الۡمَخۡلُوقَاتِ وَسَائِطَ بَيۡنَهُمۡ وَبَيۡنَ اللهِ، يَقُولُونَ: نُرِيدُ مِنۡهُمُ التَقَرُّبَ إِلَى اللهِ وَنُرِيدُ شَفَاعَتَهُمۡ عِنۡدَهُ مِثۡلَ الۡمَلَائِكَةِ وَعِيسَى وَمَرۡيَمَ وَأُنَاسٍ غَيۡرِهِمۡ مِنَ الصَّالِحِينَ، فَبَعَثَ اللهُ مُحَمَّدًا يُجَدِّدُ لَهُمۡ دِينَ أَبِيهِمۡ إِبۡرَاهِيمَ عَلَيۡهِ السَّلَامُ وَيُخۡبِرُهُمۡ أَنَّ هٰذَا التَّقَرُّبَ وَالإِعۡتِقَادَ مَحۡضُ حَقِّ اللهِ لَا يَصۡلُحُ مِنۡهُ شَيۡءٌ لِغَيۡرِ اللهِ لَا لِمَلَكٍ مُقَرَّبٍ وَلَا لِنَبِيٍّ مُرۡسَلٍ فَضۡلًا عَنۡ غَيۡرِهِمَا، وَإِلَّا فَهٰؤُلَاءِ الۡمُشۡرِكُونَ مُقِرُّونَ يَشۡهَدُونَ أَنَّ اللهَ هُوَ الۡخَالِقُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّهُ لَا يَرۡزُقُ إِلَّا هُوَ وَلَا يُحۡيِي إِلَّا هُوَ وَلَا يُمِيتُ إِلَّا هُوَ وَلَا يُدَبِّرُ الۡأَمۡرَ إِلَّا هُوَ. وَأَنَّ جَمِيعَ السَّمَوَاتِ السَّبۡعِ وَمَنۡ فِيهِنَّ وَالۡأَرۡضِينَ السَّبۡعِ وَمَنۡ فِيهِنَّ كُلَّهُمۡ عَبِيدُهُ وَتَحۡتَ تَصَرُّفِهِ وَقَهۡرِهِ.
Ketahuilah, semoga Allah merahmatimu, bahwa tauhid adalah mengesakan Allah dalam ibadah. Tauhid merupakan agama para rasul yang diutus oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya. Rasul yang pertama adalah Nuh—‘alaihis-salam—, Allah mengutusnya kepada kaumnya ketika mereka berlebih-lebihan terhadap orang-orang saleh, yaitu: Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Rasul yang terakhir adalah Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, dan dialah yang menghancurkan patung-patung orang saleh tersebut. Allah mengutus beliau kepada kaum yang beribadah, berhaji, bersedekah, dan banyak mengingat Allah, namun mereka menjadikan sebagian makhluk sebagai perantara antara mereka dan Allah. Mereka berkata: “Kami menginginkan kedekatan diri kepada Allah melalui mereka dan kami menginginkan syafaat mereka di sisi-Nya,” seperti malaikat, ‘Isa, Maryam, dan orang-orang saleh lainnya.
Maka, Allah mengutus Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—untuk memperbarui bagi mereka agama ayah mereka, Ibrahim—‘alaihis-salam—, dan mengabarkan kepada mereka bahwa upaya mendekatkan diri serta keyakinan ini adalah murni hak Allah semata. Tidak boleh sedikit pun darinya dipalingkan kepada selain Allah, tidak kepada malaikat yang dekat (dengan Allah) dan tidak pula kepada nabi yang diutus, apalagi kepada selain keduanya. Kalau bukan karena itu, orang-orang musyrik itu sebenarnya mengakui dan bersaksi bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa tidak ada yang memberi rezeki kecuali Dia, tidak ada yang menghidupkan kecuali Dia, tidak ada yang mematikan kecuali Dia, dan tidak ada yang mengatur segala urusan kecuali Dia. Mereka juga mengakui bahwa seluruh langit yang tujuh beserta isinya dan tujuh bumi beserta isinya, semuanya adalah hamba-Nya dan berada di bawah kekuasaan serta paksaan-Nya.
فَإِذَا أَرَدۡتَ الدَّلِيلَ عَلَى أَنَّ هٰؤُلَاءِ الۡمُشۡرِكِينَ الَّذِينَ قَاتَلَهُمۡ رَسُولُ اللهِ يَشۡهَدُونَ بِهٰذَا فَقۡرَأۡ قَوۡلَهُ تَعَالَى: ﴿قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلأَرۡضِ أَمَّن يَمۡلِكُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلأَبۡصَـٰرَ وَمَن يُخۡرِجُ ٱلۡحَىَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَيُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلأَمۡرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ﴾ [سورة يونس، الآية: ٣١].
وَقَوۡلَهُ: ﴿قُل لِّمَنِ ٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلۡ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ قُلۡ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـوَتِ ٱلسَّبۡعِ وَرَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ قُلۡ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَىۡءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيۡهِ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلۡ فَأَنَّى تُسۡحَرُونَ ﴾ [سورة المؤمنون، الآيات: ٨٤-٨٩]. وَغَيۡرَ ذٰلِكَ مِنَ الآيَاتِ.
Jika kamu menginginkan dalil bahwa orang-orang musyrik yang diperangi oleh Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—itu bersaksi atas hal ini, maka bacalah firman Allah taala: “Katakanlah (Muhammad), ‘Siapakah yang memberi rezeki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS Yunus: 31).
Dan firman-Nya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Milik siapakah bumi dan semua yang ada di dalamnya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Milik Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah, ‘Siapakah Rab yang memiliki langit yang tujuh dan Rab yang memiliki arasy yang agung?’ Mereka akan menjawab, ‘(Milik) Allah.’ Katakanlah, ‘Maka mengapa kalian tidak bertakwa?’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu dan Dia melindungi, dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘(Milik) Allah.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), bagaimana kalian sampai tertipu?’” (QS Al-Mu’minun: 84-89). Serta ayat-ayat lain selain itu.
Be the first to leave a comment