التوجيه بالرد على بدع المالكي وضلالاته
🎙️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
السؤال:
Pertanyaan:
أحد الإخوة يسأل، ويقول بخصوص الرد على المالكي: فإنه يكفي، ويشفي لمن قرأه، أما بالنسبة للذين لا يقرؤون، ولا يكتبون فإنهم يقرون البدع، والضلالات التي دعا إليها المالكي، والذي نرجو من سماحتكم أن تكتبوا إلى خطباء الجوامع للاستنكار عليه، وإظهار الحق للجميع، علمًا أنني من المنطقة الغربية، وهناك كثير ممن يقرؤون البدع التي نشرها، راجين من الله، ثم من سماحتكم تكليف الخطباء؛ لإظهار الحق في جميع البلاد، وخاصة المنطقة الغربية لما يحصل فيها من البدع؟
Salah seorang ikhwan bertanya mengenai bantahan terhadap Al-Maliki: Sesungguhnya bantahan tersebut sudah cukup dan memuaskan bagi siapa saja yang membacanya. Namun, bagi mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, mereka tetap menyetujui bidah dan kesesatan yang diserukan oleh Al-Maliki. Yang kami harapkan dari Yang Mulia adalah agar Anda menyurati para khatib Jumat untuk mengingkari hal tersebut dan menampakkan kebenaran kepada semua orang. Perlu diketahui bahwa saya berasal dari distrik barat (Hijaz) dan di sana banyak orang yang membaca bidah-bidah yang ia sebarkan. Kami berharap kepada Allah, kemudian kepada Yang Mulia untuk menugaskan para khatib agar menampakkan kebenaran di seluruh negeri, khususnya di distrik barat, karena banyaknya bidah yang terjadi di sana?
الجواب:
Jawaban:
يريد السائل ما قد وقع من شخص المدعو محمد علوي المالكي الذي ألف كتبًا وقع فيها أخطاء كثيرة، وأغلاط عظيمة، نبه عليها بعض إخواننا من أهل العلم، وسبق أن نبهنا عليها مرات، وكتب فيها أخونا العلامة الشيخ عبدالله بن سليمان بن منيع كتابًا جيدًا سماه: “الحوار مع المالكي” يعني محمد علوي المالكي أهم المدرسين في المسجد الحرام.
Penanya menginginkan penjelasan mengenai apa yang telah terjadi pada pribadi sosok yang bernama Muhammad ‘Alawi Al-Maliki, yang telah menyusun buku-buku yang di dalamnya terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan besar. Beberapa saudara kami dari kalangan ahli ilmu telah memperingatkan hal tersebut, dan kami pun sebelumnya telah memperingatkannya berulang kali. Saudara kami, Alamah Syekh ‘Abdullah bin Sulaiman bin Mani’, telah menulis sebuah buku yang bagus mengenai hal ini yang beliau beri judul: Al-Hiwar ma’al-Maliki (Dialog dengan Al-Maliki), yaitu Muhammad ‘Alawi Al-Maliki, salah satu pengajar terkemuka di Masjidilharam.
وكان هذا الرجل قد ألف كتابًا سماه: “الذخائر المحمدية” وقع في هذا الكتاب أغلاط عظيمة كفرية، نقل فيه أشياء تتعلق بدعوة النبي ﷺ والاستغاثة به، والاستجارة به، وطلبه الغوث، والنصر إلى غير ذلك من الشركيات، وذكر فيه أنواعًا من البدع، وذكر فيه أنه يعلم الغيب، وأنه يقطع الجنة لمن يشاء، وذكر فيه أيضًا بدعًا أخرى كالاحتفال بالموالد، وغير ذلك من الأشياء نبه عليها في مقدمة الكتاب، وفي الرد، وقد وزع الكتاب، وطبع منه أكثر من مائة ألف، بل طبعنا منه مائة ألف، وبلغنا أنه طبع منه آخرون أيضًا، ووزع في المنطقة الغربية، والشرقية، وفي الداخل، والخارج، ودعوناه إلى التوبة إلى الله.
Lelaki ini telah menyusun sebuah buku yang dia beri judul: Adz-Dzakhair Al-Muhammadiyah. Di dalam buku ini terdapat kekeliruan besar yang bersifat kekufuran. Dia menukil hal-hal yang berkaitan dengan berdoa kepada Nabi Muhammad ﷺ, beristigasah kepadanya, meminta perlindungan kepadanya, memohon pertolongan serta kemenangan kepadanya, dan kesyirikan lainnya. Dia juga menyebutkan di dalamnya berbagai macam bidah, serta menyebutkan bahwa Nabi mengetahui hal gaib dan memastikan surga bagi siapa yang beliau kehendaki. Selain itu, dia menyebutkan pula bidah-bidah lainnya seperti perayaan maulid dan hal-hal lain yang telah diperingatkan dalam mukadimah buku tersebut maupun dalam bantahannya. Buku itu telah disebarluaskan dan dicetak lebih dari seratus ribu eksemplar, bahkan kami telah mencetaknya seratus ribu eksemplar, dan telah sampai kabar kepada kami bahwa pihak lain juga mencetaknya. Buku tersebut telah didistribusikan di wilayah Barat, Timur, di dalam negeri, maupun di luar negeri, dan kami telah menyerunya untuk bertobat kepada Allah taala.
ونسأل الله أن يمن عليه بالتوبة حتى يعلنها للناس، وحتى يسلم من معرة هذا الشر العظيم، والبلاء الكبير، وسوف نتابع هذا -إن شاء الله- مع الخطباء، وغير الخطباء ممن يرجى في إعلانهم ذلك الخير، والبركة للمسلمين، فإن الدعوة إلى الله، وبيان حقيقة التوحيد، وحقيقة الشرك أمر لازم …. فهذا واجب العلماء، ونسأل الله أن يعين العلماء، وأن يوفق العلماء جميعًا لما فيه رضا الله، ولما فيه صلاح العباد، والبلاد.
Kami memohon kepada Allah agar menganugerahkan tobat kepadanya sehingga dia menyatakannya secara terbuka kepada orang banyak, dan agar dia selamat dari aib keburukan yang besar serta musibah yang berat ini. Kami akan menindaklanjuti hal ini —insyaallah— bersama para khatib dan selain khatib yang diharapkan pernyataan mereka dapat membawa kebaikan dan berkah bagi kaum muslimin. Sesungguhnya dakwah di jalan Allah serta penjelasan mengenai hakikat tauhid dan hakikat syirik adalah perkara yang harus …. Inilah kewajiban para ulama dan kami memohon kepada Allah agar menolong para ulama serta memberikan taufik kepada seluruh ulama untuk perkara-perkara yang di dalamnya terdapat rida Allah, serta demi kemaslahatan para hamba dan negara.
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
Be the first to leave a comment