Usia Anak Diberi Sanksi Edukatif jika Melakukan Kesalahan

ismail  

السن الذي يؤدب فيه الطفل إذا ارتكب خطأ

🎙 Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

السؤال:

Pertanyaan:

سائل من السودان (طالب . م. م. د) يقول في هذا السؤال: ما هو السن الذي يضرب فيه الطفل إذا ارتكب خطأً وذلك لتأديبه؟

Seorang penanya dari Sudan (mahasiswa berinisial M. M. D.) mengajukan pertanyaan ini: Pada usia berapakah seorang anak boleh dipukul jika melakukan kesalahan, dengan tujuan untuk memberikan sanksi edukatif kepadanya?

الجواب:

Jawaban:

الرسول ﷺ قال فيما يتعلق بالصلاة: مروا أولادكم بالصلاة لسبع واضربوهم عليها لعشر فيما يتعلق بالصلاة يضرب لعشر، البنت والولد.

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda terkait masalah salat, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan salat saat berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena (meninggalkan) salat saat berusia sepuluh tahun.”1 (HR Abu Dawud nomor 495)

Terkait masalah salat, anak dipukul saat berusia sepuluh tahun, baik anak perempuan maupun anak laki-laki.

وهكذا الصوم إذا استطاع الصوم يضرب حتى يصوم، وحتى تصوم البنت.

Begitu pula dengan puasa, jika anak sudah mampu berpuasa, ia boleh dipukul agar mau berpuasa, begitu juga dengan anak perempuan.

أما الأمور الأخرى، العبث الذي يقع من ابنه هذا يضربه أبوه ولو صغيرًا إذا كان يعبث، ولو أنه أبو خمس، وأبو ست، يعبث بأشياء يؤدبه بالشيء الذي يناسب، الضرب الخفيف الذي يخوفه لا بأس؛ لأن هذا يرجع إلى المعلم، والمؤدب للطفل من أمه، أو أبيه، أو حاضنته، ولو أنه صغير، يؤدب الأدب الذي يمنعه، بالضرب المناسب، والزجر المناسب، ابن خمس، وابن أربع، وابن ثلاث، كل له الزيرة الذي يناسبه؛ حتى لا يؤذي، ولا يؤذى، لا يؤذي هو، ولا يؤذى يفعل شيئًا يضره.

Adapun untuk perkara-perkara lainnya, seperti kenakalan yang dilakukan oleh anak, maka ayahnya boleh memukulnya meskipun si anak masih kecil jika ia melakukan kenakalan. Walaupun anak itu baru berusia lima atau enam tahun, lalu ia berbuat nakal pada suatu hal, orang tua boleh memberikannya sanksi edukatif dengan cara yang sesuai. Pukulan ringan yang sekadar untuk menakut-nakutinya tidak mengapa dilakukan. Sebab, hal ini dikembalikan kepada pendidik dan orang yang memberikan sanksi edukatif kepada anak tersebut, baik ibunya, ayahnya, maupun pengasuhnya.

Meskipun anak tersebut masih kecil, ia tetap diberi sanksi edukatif yang dapat mencegahnya (dari kesalahan), yaitu berupa pukulan yang sesuai dan teguran yang sesuai. Anak usia lima tahun, empat tahun, ataupun tiga tahun, masing-masing memiliki bentuk teguran keras yang sesuai untuknya, agar ia tidak mengganggu orang lain dan tidak celaka, yaitu tidak mengganggu orang lain serta tidak melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri.

أما ما يتعلق بالدين فيضرب لعشر للصلاة، وللصوم إذا قوي على الصوم.

Adapun hal yang berkaitan dengan urusan agama, maka anak dipukul saat berusia sepuluh tahun untuk perkara salat, begitu pula untuk puasa jika ia sudah kuat untuk berpuasa.

أما فيما يتعلق بأذى الناس كونه طفل يؤذي الناس، أو يكسر مواعين، أو يكب بالإناء… أبوه وإلا أمه وإلا حاضنته تؤدبه بالشيء الذي يناسب، الذي يرجعه عن التخريب، والفساد. نعم.

Sementara untuk hal yang berkaitan dengan mengganggu orang lain, misalnya si anak mengganggu orang, memecahkan perabotan, atau menumpahkan isi wadah, maka ayahnya, ibunya, atau pengasuhnya boleh memberikan sanksi edukatif dengan cara yang sesuai, yang sekiranya dapat mencegah anak tersebut dari tindakan merusak dan membuat kerusakan. Naam.

المقدم: جزاكم الله خيرًا.

Pewawancara: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.

Loading

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *