ما حكم التصفيق؟
🎙 Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
السؤال:
حكم التصفيق؟
Pertanyaan:
Hukum tepuk tangan?
الجواب:
التصفيق من عمل الجاهلية، ما ينبغي، إذا دعت الحاجة إلى شيء: التكبير مثل ما في الصلاة أن النبي ﷺ قال: التصفيق للنساء، والتسبيح للرجال، والله يقول جل وعلا: وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً [الأنفال:35] قال العلماء: المكاء الصفير، والتصدية التصفيق، من أعمال الجاهلية.
Jawaban:
Tepuk tangan termasuk perbuatan jahiliah, tidak sepantasnya (dilakukan). Apabila ada kebutuhan terhadap sesuatu, maka dengan takbir, sebagaimana yang ada di dalam salat bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Tepuk tangan itu untuk perempuan, dan tasbih itu untuk laki-laki.”1 (HR Al-Bukhari nomor 1203).
Dan Allah jalla wa ‘ala berfirman,
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِندَ ٱلْبَيْتِ إِلَّا مُكَآءً وَتَصْدِيَةً
Dan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan.
QS Al-Anfal: 35
Para ulama berkata: Al-Muka` adalah bersiul, dan at-tashdiyah adalah tepuk tangan. (Keduanya) termasuk perbuatan jahiliah.
س: يكون مُحَرّمًا؟
الشيخ: أقل أحواله الكراهة، والتحريم قريب وليس ببعيد، قوله: التصفيق للنساء يدل على أنه ليس من شأن الرجال، بل هو من شأن النساء أو الكفار.
Pertanyaan: Apakah hukumnya haram?
Syekh: Tingkatan paling rendah dari hukumnya adalah makruh, dan hukum haram itu dekat (maknanya) serta tidak jauh. Sabda beliau: “Tepuk tangan itu untuk perempuan” menunjukkan bahwa hal itu bukan termasuk perkara laki-laki, melainkan termasuk perkara perempuan atau orang-orang kafir.
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
![]()
Be the first to leave a comment