حكم صبغ الشعر بالحناء الأسود أو غيره
🎙️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
السؤال:
Pertanyaan:
ما الحكم في صبغ الشعر بالحناء الأسود، هو كالحناء العادي إلا أنه يعطي بدل الصبغة الحمراء صبغة سوداء، وما الحكم في صبغ الشيب إذا ظهر في وقت مبكر من العمر باللون الأسود، أو بأي لون آخر؟
Apa hukum mewarnai rambut dengan inai/hena (pacar kuku) hitam? Ia seperti pacar kuku biasa, hanya saja ia memberikan zat warna hitam sebagai ganti dari zat warna merah. Dan apa hukum mewarnai uban dengan warna hitam, atau dengan warna lainnya, jika uban tersebut muncul di usia yang masih muda?
الجواب:
Jawaban:
إذا كان الصبغ من الحناء، أو غيره يجعل الشعر أسود بلا شك فهذا يمنع، أما إذا كان فيه حمرة بين الحمرة والسواد فلا حرج؛ لأن الرسول ﷺ منع من تغيير الشيب بالسواد، وقال: غيروا هذا الشيب، وجنبوه السواد في عدة أحاديث. فلا يجوز أن يغير الشيب بالسواد، ولو كان الشيب حدث من الرجل، أو المرأة في حال الشباب، يغير بغير السواد، بالصفرة والحمرة، وأما السواد فلا لعموم الحديث الذي ثبت عن رسول الله -عليه الصلاة والسلام- بل عدة أحاديث في ذلك عن النبي -عليه الصلاة والسلام- نعم.
Apabila bahan pewarna tersebut—baik dari pacar kuku maupun selainnya—menjadikan rambut berwarna hitam tanpa diragukan lagi, maka hal ini dilarang. Adapun jika hasilnya berada di antara warna merah dan hitam (kemerah-merahan), maka tidak mengapa; karena Rasul—shallallahu ‘alaihi wa sallam—melarang mengubah uban dengan warna hitam, dan beliau bersabda, “Ubahlah uban ini, dan jauhilah warna hitam,”1 (HR Muslim nomor 2102, Ibnu Majah nomor 3624, Abu Dawud nomor 4204, An-Nasa`i nomor 5076) di dalam beberapa hadis.
Jadi tidak boleh mengubah uban dengan warna hitam, meskipun uban tersebut muncul pada laki-laki atau perempuan di masa mudanya. Ia diubah dengan selain warna hitam, seperti dengan warna kuning atau merah. Adapun warna hitam maka tidak boleh, karena keumuman hadis yang telah sahih dari Rasulullah—‘alaihish-shalatu was-salam—, bahkan ada beberapa hadis mengenai hal tersebut dari Nabi—‘alaihish-shalatu was-salam—. Naam.
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
Baca Juga: Hukum Wanita Mewarnai Rambut Kepalanya dengan Berbagai Warna Selain Hitam
![]()
Be the first to leave a comment