حكم التصفيق في الحفلات
Hukum Tepuk Tangan dalam Berbagai Acara
🎙 Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
س: ما حكم التصفيق للرجال في المناسبات والاحتفالات؟
Pertanyaan: Apa hukum tepuk tangan bagi laki-laki dalam berbagai acara dan perayaan?
ج: التصفيق في الحفلات من أعمال الجاهلية، وأقل ما يقال فيه الكراهة، والأظهر في الدليل تحريمه؛ لأن المسلمين منهيون عن التشبه بالكفرة، وقد قال الله سبحانه في وصف الكفار من أهل مكة: وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً [الأنفال:35] قال العلماء: المكاء الصفير، والتصدية التصفيق، والسنة للمؤمن إذا رأى أو سمع ما يعجبه أو ما ينكره أن يقول: سبحان الله، أو يقول: الله أكبر، كما صح ذلك عن النبي ﷺ في أحاديث كثيرة.
Jawaban: Tepuk tangan dalam berbagai acara termasuk perbuatan jahiliah, dan tingkatan paling rendah yang dikatakan mengenai hukumnya adalah makruh, sedangkan yang lebih jelas secara dalil adalah haram; karena kaum muslimin dilarang menyerupai orang-orang kafir. Sungguh Allah yang Maha Suci telah berfirman dalam menyifati orang-orang kafir dari penduduk Makkah,
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِندَ ٱلْبَيْتِ إِلَّا مُكَآءً وَتَصْدِيَةً
Dan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan.
QS Al-Anfal: 35
Para ulama berkata: Al-Muka` adalah bersiul, dan at-tashdiyah adalah tepuk tangan. Sunahnya bagi seorang mukmin apabila melihat atau mendengar apa yang membuatnya takjub atau apa yang ia ingkari adalah mengucapkan: Subhanallah, atau mengucapkan: Allahu akbar, sebagaimana hal itu telah sahih dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam banyak hadis.
ويشرع التصفيق للنساء خاصة إذا نابهن شيء في الصلاة، أو كُنَّ مع الرجال فسها الإمام في الصلاة، فإنه يُشرع لهن التنبيه بالتصفيق، أما الرجال فينبهونه بالتسبيح كما صحت بذلك السنة عن النبي ﷺ وبهذا يعلم أن التصفيق من الرجال فيه تشبه بالكفرة وبالنساء، وكلا ذلك منهي عنه. والله ولي التوفيق[1].
Disyariatkan tepuk tangan khusus bagi perempuan apabila terjadi sesuatu pada mereka dalam salat, atau mereka bersama kaum laki-laki lalu imam lupa dalam salat, maka sesungguhnya disyariatkan bagi mereka untuk mengingatkan dengan tepuk tangan. Adapun kaum laki-laki, mereka mengingatkannya dengan tasbih sebagaimana hal itu telah sahih dari sunah Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Dengan ini diketahui bahwa tepuk tangan yang dilakukan oleh laki-laki di dalamnya terdapat unsur penyerupaan dengan orang-orang kafir dan dengan kaum perempuan, yang mana kedua hal tersebut dilarang. Allah-lah pemilik taufik.
نشرت في فتاوى سماحته ضمن صفحة – اسألوا أهل الذكر – التي تصدر من سماحته بالمجلة العربية شهريا. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز: 4/ 151)
Diterbitkan dalam fatwa-fatwa Syekh di dalam halaman Is’alu Ahladz-Dzikr yang dikeluarkan oleh Syekh di majalah Al-‘Arabiyyah setiap bulan. (Majmu‘ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz: 4/151).
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
![]()
Be the first to leave a comment