♠️♟ Bermain Kartu dan Catur Tidak Diperbolehkan

ismail  

لعب الورق والشطرنج لا يجوز

🎙 Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

السؤال: هل يجوز لعب الورق –البلوت–؟ وما حكم لعب الشطرنج، مع العلم أنهما لا يلهيان عن الصلاة؟

Pertanyaan: Apakah diperbolehkan bermain kartu (semisal: balut)? Dan apa hukum bermain catur? Harap diketahui bahwa keduanya tidak melalaikan dari salat.

الجواب: لا تجوز هاتان اللعبتان وما أشبههما؛ لكونهما من آلات اللهو، ولما فيهما من الصد عن ذكر الله وعن الصلاة، وإضاعة الأوقات في غير حق، ولما قد تفضي إليه من الشحناء والعداء، هذا إذا كانت هذه اللعبة ليس فيها عوض.

 Jawaban: Dua permainan ini dan yang sejenisnya tidak diperbolehkan; karena keduanya termasuk alat kelalaian, dan karena di dalam keduanya terdapat tindakan memalingkan dari mengingat Allah taala dan dari salat, serta menyia-nyiakan waktu pada hal yang bukan kebenaran, juga karena terkadang dapat mengantarkan kepada kebencian dan permusuhan. Ini apabila permainan tersebut tidak ada taruhannya.

أما إن كان فيها عوض مالي، فإن التحريم يكون أشد؛ لأنها بذلك تكون من أنواع القمار الذي لا شك في تحريمه، ولا خلاف فيه. والله ولي التوفيق.1 نشر في كتاب (فتاوى إسلامية)، من جمع الشيخ/ محمد المسند، ج2، ص: 437. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 19/ 391). 

Adapun jika di dalamnya ada taruhan berupa materi, maka keharamannya menjadi lebih berat; karena dengan demikian permainan itu menjadi bagian dari macam-macam judi yang tidak ada keraguan akan keharamannya, dan tidak ada perselisihan di dalamnya. Dan Allah taala adalah Penentu taufik.2 Diterbitkan di dalam buku (Fatawa Islamiyyah), yang dikumpulkan oleh Syekh Muhammad Al-Musnad, jilid 2, halaman: 437. (Majmu‘ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz 19/ 391).

Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.

Loading

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *