Sebagian Adab Berdoa

ismail  

Syarah

الشيخ:

Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah:

الحمد لله، وصلى الله وسلم على رسول الله، وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه.

Segala puji bagi Allah, serta selawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabatnya, dan siapa saja yang mengambil petunjuk dengan petunjuknya.

أما بعد:

Amabakdu:

فهذه الأحاديث وما جاء في معناها مع الآيات الكريمات كلها تدل على شرعية الإكثار من الدعاء والاستمرار في الدعاء ولو لم ير الاستجابة، فإن الله سبحانه له الحكمة البالغة فقد يؤجل الدعوة إلى أمد ليجتهد العبد في الدعاء ويلح في الدعاء ويستقيم على الحق ويحاسب نفسه ويجاهدها لله، فتكون هذه الحاجة من أسباب صلاحه ومن أسباب توفيق الله له، فينبغي له أن يلح في الدعاء ويجتهد ويحاسب نفسه، قد تكون الدعوة أجلت لأنه مقيم على معصية ما تاب منها، أجلت لمصلحة له في الدنيا، لمصلحة له في الآخرة، فربك أعلم وأحكم،

Hadis-hadis ini dan yang semakna dengannya, bersisian dengan ayat-ayat yang mulia, semuanya menunjukkan disyariatkannya memperbanyak doa dan terus-menerus berdoa, meskipun belum melihat adanya pengabulan. Karena sesungguhnya Allah—subhanahu—memiliki hikmah yang mendalam. Terkadang Dia menunda pengabulan doa hingga waktu tertentu agar seorang hamba bersungguh-sungguh dalam berdoa, meratap dalam berdoa, istikamah di atas kebenaran, mengoreksi dirinya, serta bermujahadat melatih dirinya demi Allah. Dengan demikian, kebutuhan ini menjadi salah satu sebab kebaikannya dan sebab datangnya taufik Allah kepadanya. Maka dari itu, hendaknya ia meratap dalam berdoa, bersungguh-sungguh, dan mengoreksi dirinya. Bisa jadi doa tersebut ditunda karena ia masih terus melakukan suatu maksiat dan belum bertobat darinya. Bisa jadi pula ditunda demi kemaslahatan baginya di dunia, atau kemaslahatan baginya di akhirat. Maka Rabmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

ولهذا قال ﷺ: يستجاب لأحدكم ما لم يعجل فيستحسر، ويقول: دعوت ودعوت فلم أراه يستجاب لي،

Oleh karena itu, Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Akan dikabulkan (doa) bagi salah seorang di antara kalian selama ia tidak tergesa-gesa lalu merasa jenuh.” Yaitu dengan berkata: “Aku telah berdoa dan berdoa, namun aku tidak melihat Dia mengabulkan doaku.”

وفي اللفظ الآخر: يستجاب لأحدكم ما لم يدعو بإثم أو قطيعة رحم وما لم يستحسر قالوا: يا رسول الله كيف يستحسر؟ قال: يقول دعوت ودعوت فلم أره يستجاب لي فيستحسر عند هذا ويدع الدعاء،

Dalam lafal yang lain: “Akan dikabulkan (doa) bagi salah seorang di antara kalian selama ia tidak berdoa untuk suatu dosa, atau memutuskan tali silaturahmi, dan selama ia tidak merasa jenuh.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana merasa jenuh itu?”

Beliau menjawab, “Ia berkata: ‘Aku telah berdoa dan berdoa, namun aku tidak melihat Dia mengabulkan doaku,’ lalu pada saat itu ia merasa jenuh dan meninggalkan doa.”

وفي اللفظ الآخر: يستجاب لأحدكم ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم وإن الله جل وعلا يعطي العبد بدعوته إحدى ثلاث: أما أن تعجل له دعوته في الدنيا: وإما أن تدخر له في الآخرة: وإما أن يصرف عنه من الشر مثل ذلك، قالوا: يا رسول الله إذًا نكثر، قال: الله أكثر.

Dan dalam lafal yang lain: “Akan dikabulkan (doa) bagi salah seorang di antara kalian selama ia tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan tali silaturahmi, dan sesungguhnya Allah—jalla wa ‘ala—akan memberikan kepada hamba karena doanya salah satu dari tiga hal: adakalanya doanya disegerakan baginya di dunia, adakalanya disimpan baginya di akhirat, dan adakalanya dipalingkan darinya keburukan yang sepadan dengannya.”

Para sahabat berkata, “Kalau begitu, kita memperbanyak (doa).”

Beliau bersabda, “Allah lebih banyak (pemberian-Nya).”

فأنت يا عبد الله لا تيأس ولا تقنط ولا تمل من الدعاء، اجتهد في الدعاء وانتظر الإجابة واعلم أن ربك حكيم عليم، قد يؤجلها سنة سنتين ثلاث أكثر لحكمة بالغة، هو أعلم بمصالحك وأعلم بأسباب هدايتك وأعلم بما يصلحك وينفعك وينفع غيرك،

Maka engkau, wahai hamba Allah, janganlah berputus asa, jangan patah harapan, dan jangan bosan berdoa. Bersungguh-sungguhlah dalam berdoa dan tunggulah pengabulannya. Ketahuilah bahwa Rabmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Terkadang Dia menundanya setahun, dua tahun, tiga tahun, atau lebih lama lagi karena suatu hikmah yang mendalam. Dia lebih mengetahui kemaslahatan-kemaslahatanmu, lebih mengetahui sebab-sebab hidayahmu, dan lebih mengetahui apa yang baik serta bermanfaat bagimu maupun bermanfaat bagi orang lain.

قد تكون عندك ذنوب وسيئات لم تتب منها فأجلت الدعوة لأجل هذا، قد تكون الدعوة فيها إثم، فيها قطيعة رحم فصارت سببًا لعدم إجابتها، قد يكون هناك مطعم حرام من الربا أو السرقة أو الانتهاب أو الخيانة، أو هناك قطيعة رحم أو هناك عقوق والدين أو هناك أشياء أخرى، فتش حاسب نفسك لا تتهم ربك، فربك حكيم عليم يقول سبحانه: إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ [الأنعام:83]، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا [النساء:11]

Bisa jadi engkau memiliki dosa dan kesalahan yang belum engkau tobati, sehingga doa tersebut ditunda karena hal ini. Bisa jadi pula doa tersebut mengandung dosa atau pemutusan tali silaturahmi, sehingga hal itu menjadi sebab tidak dikabulkannya doa. Bisa jadi di sana ada makanan yang haram dari hasil riba, pencurian, perampasan, atau pengkhianatan. Atau di sana ada pemutusan tali silaturahmi, durhaka kepada kedua orang tua, atau ada hal-hal lainnya. Periksalah dan koreksilah dirimu sendiri, jangan menuduh Rabmu. Karena Rabmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dia—subhanahu—berfirman,

… اِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ

… Sesungguhnya Rabmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

QS Al-An’am: 83

… اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

… Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

QS An-Nisa’: 11

عليم بأحوال عباده حكيم فيما يعمل كيف يصنع؟ كيف يعمل؟ كيف يجيب الدعوة؟ ماذا يترتب عليها؟ هو حكيم جل وعلا في منعك، وفي إجابتك، وفي تأخير الإجابة، لا تسء الظن بربك ولكن أسء الظن بنفسك وحاسبها وجاهدها، فالمجاهد من جاهد نفسه، فظن بربك الخير وظن بنفسك الشر ثم استقم على جهادها حتى تنجح، حتى تربح، حتى تجاب دعوتك، يقول سبحانه: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ [البقرة:186].

Allah Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya, Maha Bijaksana dalam apa yang dilakukan-Nya. Bagaimana Dia berbuat? Bagaimana Dia bertindak? Bagaimana Dia mengabulkan doa? Apa dampak yang timbul darinya? Dia Maha Bijaksana—jalla wa ‘ala—dalam menahan doamu, dalam mengabulkanmu, dan dalam menunda pengabulan. Janganlah berprasangka buruk kepada Rabmu, tetapi berprasangka buruklah kepada dirimu sendiri, koreksilah dirimu, dan bersungguh-sungguhlah melatihnya. Karena seorang mujahid adalah orang yang berjuang melawan dirinya sendiri. Maka berprasangkalah yang baik kepada Rabmu, dan berprasangkalah yang buruk pada dirimu sendiri, kemudian istikamahlah dalam berjuang melawannya sampai engkau sukses, sampai engkau beruntung, hingga doamu dikabulkan. Dia—subhanahu—berfirman,

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

QS Al-Baqarah: 186

فاستجب لله وآمن به بالاستقامة بطاعة ربك، بالثبات على الحق، بترك المعاصي، ومن ساعات الإجابة جوف الليل ولاسيما الآخر، السدس الرابع والخامس الذي هو محل صلاة داود عليه الصلاة والسلام، وهكذا السدس الأخير كلها محل إجابة، السدس الرابع والخامس التنزل الإلهي ينزل ربنا حين يبقى ثلث الليل الأخير في السدس الرابع والخامس والسادس، والسدس الرابع في محل قيام داود عليه الصلاة والسلام، أحب الصلاة صلاة داود، كان ينام نصف الليل ويقوم ثلثه وينام سدسه، ويقول ﷺ: إن في الليل ساعة لا يرد فيها سائل.

Maka penuhilah perintah Allah dan berimanlah kepada-Ku dengan cara istikamah dalam menaati Rabmu, teguh di atas kebenaran, serta meninggalkan maksiat. Di antara waktu-waktu pengabulan doa adalah di pertengahan malam, khususnya bagian yang terakhir. Seperenam malam keempat dan kelima yang merupakan waktu salat Daud—‘alaihish-shalatu was-salam—. Demikian pula seperenam malam yang terakhir, semuanya adalah waktu pengabulan doa. Pada seperenam malam keempat dan kelima adalah waktu turunnya Allah. Rab kita turun ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir, yaitu pada seperenam malam keempat, kelima, dan keenam. Seperenam malam keempat adalah waktu salat Daud—‘alaihish-shalatu was-salam—. Salat yang paling dicintai adalah salat Daud; beliau biasa tidur setengah malam, bangun sepertiganya, dan tidur seperenamnya. Beliau—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari ada suatu waktu yang tidaklah seorang pemohon memohon di dalamnya melainkan akan dikabulkan.”1 (HR Muslim nomor 757)

فاغتنم التهجد بالليل والدعاء والضراعة إلى الله في ساعة الليل ولاسيما ساعات النصف الأخير لعلك تنجح، ثم على الأقل أنت على أجر في الدعاء، تؤجر تكتب لك حسنات حتى ولو لم يستجب لك، فنفس الدعاء عمل صالح تؤجر عليه ولك فيه ثواب،

Maka manfaatkanlah tahajud di malam hari, berdoa, dan meratap kepada Allah di waktu malam, khususnya waktu-waktu setengah malam yang terakhir, mudah-mudahan engkau berhasil. Minimal engkau tetap mendapatkan pahala dalam berdoa. Engkau diberi pahala, dicatat kebaikan-kebaikan bagimu meskipun doamu belum dikabulkan. Maka doa itu sendiri adalah amal saleh yang engkau diberi pahala atasnya dan engkau mendapatkan ganjaran di dalamnya.

ثم لك أيضا أمر آخر وهو أن ما من عبد يدعو الله بدعوة لأخيه إلا قال الملك الموكل: آمين ولك مثله، فإذا دعوت لوالديك أو لإخوانك المسلمين أو لشخص معين بالتوفيق والهداية وصلاح الحال، قال الموكل: آمين ولك بمثله

Kemudian engkau juga mendapatkan hal lain, yaitu tidaklah seorang hamba mendoakan saudaranya dengan suatu doa melainkan malaikat yang diserahi tugas akan berkata: “Amin, dan bagimu yang semisal dengannya.”2 (HR Muslim nomor 2732) Maka apabila engkau mendoakan kedua orang tuamu, saudara-saudaramu sesama muslim, atau seseorang tertentu agar diberi taufik, hidayah, dan kebaikan keadaan, maka malaikat yang diserahi tugas akan berkata: “Amin, dan bagimu yang semisal dengannya.”

فأنت على خير في دعائك لنفسك ولوالديك ولولاة الأمور بالتوفيق والهداية وللمسلمين جميعا، أنت على خير فادع لوالديك المسلمين وادع لولاة الأمور بالتوفيق والهداية والصلاح وصلاح البطانة في جوف الليل، اجتهد في الدعاء لولاة الأمور أن الله يوفقهم ويصلح لهم البطانة ويعينهم على كل خير ويمنحهم التوفيق لصالح الإسلام والمسلمين، تدعو لوالديك المسلمين لإخوانك المسلمين لأولادك لزوجتك لجيرانك المسلمين لغيرهم،

Engkau senantiasa berada dalam kebaikan dalam doamu untuk dirimu sendiri, kedua orang tuamu, para pemimpin agar diberi taufik serta hidayah, dan untuk kaum muslimin seluruhnya. Engkau berada dalam kebaikan, maka doakanlah kedua orang tuamu yang muslim, dan doakanlah para pemimpin agar diberi taufik, hidayah, kesalehan, serta kesalehan orang-orang kepercayaan mereka di pertengahan malam. Bersungguh-sungguhlah dalam berdoa untuk para pemimpin agar Allah memberikan taufik kepada mereka, memperbaiki orang-orang kepercayaan mereka, membantu mereka di atas setiap kebaikan, dan menganugerahkan taufik kepada mereka demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin. Engkau mendoakan kedua orang tuamu yang muslim, saudara-saudaramu sesama muslim, anak-anakmu, istrimu, tetangga-tetanggamu yang muslim, dan selain mereka.

أنت على خير في دعائك تؤجر وتثاب حتى ولو لم يستجب لك، أنت على خير وقد تؤجل الإجابة، ولكن الأجر جار لك الأجر ولك الحسنات في هذا الدعاء والضراعة إلى الله، أنت مأجور حتى لو لم يستجب لك أنت على خير عظيم.

Engkau berada dalam kebaikan dalam doamu, engkau diberi pahala dan ganjaran meskipun pengabulannya ditunda. Akan tetapi, pahala tetap mengalir bagimu, pahala dan kebaikan-kebaikan berada pada doa dan ratapanmu ini kepada Allah. Engkau diberi pahala meskipun doamu belum dikabulkan, engkau berada dalam kebaikan yang agung.

ويقول ﷺ في دعاء الكرب: لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لا إله إلا الله رب السماوات ورب الأرض ورب العرش الكريم الأول الحليم، والثاني العظيم، والثالث الكريم، لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لا إله إلا الله رب السماوات ورب الأرض ورب العرش الكريم

Beliau—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda mengenai doa kesusahan:

Lā ilāha illallāhul-‘aẓīmul-ḥalīm, lā ilāha illallāhu rabbul-‘arsyil-‘aẓīm, lā ilāha illallāhu rabbus-samāwāti wa rabbul-arḍi wa rabbul-‘arsyil-karīm.

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rab arasy yang agung. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rab langit, Rab bumi, dan Rab arasy yang mulia.”

Yang pertama Al-Halim, yang kedua Al-‘Azhim, dan yang ketiga Al-Karim. “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rab arasy yang agung. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rab langit, Rab bumi, dan Rab arasy yang mulia.”

تذكر الله، تدعو مع هذا الذكر، تدعو ربك تسأله خيري الدنيا والآخرة، اللهم يسر لي الذرية الصالحة، اللهم يسر لي زوجة صالحة، اللهم يسر لي رزقا حلالا، اللهم أصلح ولاة أمرنا، اللهم وفقهم لكل خير، اللهم أصلح لهم البطانة، اللهم انصر بهم الحق، اللهم أعذهم من بطانة السوء، اللهم اغفر لوالدي، اللهم اجزهم عني خيرا -إذا كانا مسلمين-، اللهم أصلح إخواني المسلمين، اللهم وفقهم للخير، اللهم أصلح قلوبهم وأعمالهم،

Engkau berzikir kepada Allah, lalu berdoa bersamaan dengan zikir ini. Engkau memohon kepada Rabmu, meminta kepada-Nya kebaikan dunia dan akhirat: “Ya Allah, mudahkanlah bagiku keturunan yang saleh. Ya Allah, mudahkanlah bagiku istri yang saleh. Ya Allah, mudahkanlah bagiku rezeki yang halal. Ya Allah, perbaikilah para pemimpin kami. Ya Allah, berilah taufik kepada mereka pada setiap kebaikan. Ya Allah, perbaikilah bagi mereka orang-orang kepercayaan mereka. Ya Allah, menangkanlah kebenaran melalui mereka. Ya Allah, lindungilah mereka dari orang-orang kepercayaan yang buruk. Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku, berilah balasan kebaikan kepada mereka dariku—jika keduanya muslim—. Ya Allah, perbaikilah saudara-saudaraku sesama muslim. Ya Allah, berilah taufik kepada mereka menuju kebaikan. Ya Allah, perbaikilah hati dan amal perbuatan mereka.”

وهكذا تختار الدعوات الطيبة لنفسك ولأقاربك ولذريتك ولولاة الأمور -ولاة أمر المسلمين- ولعامة المسلمين مع الصدق، مع الإخلاص، مع الضراعة إلى الله، ويكون القلب حاضرا والرغبة صادقة فيما عند الله ترجو ثوابه وتخشى عقابه وترجو الإجابة وأنت صادق، هذه كلها من أسباب التوفيق ومن أسباب الإجابة ومن أسباب الأجر العظيم حتى ولو تأخرت الإجابة أنت على أجر عظيم، وفي حسنات بهذا الدعاء حسنات تكتب لك، نسأل الله للجميع التوفيق والهداية.

Demikianlah engkau memilih doa-doa yang baik untuk dirimu sendiri, kerabatmu, keturunanmu, para pemimpin—pemimpin kaum muslimin—, dan untuk kaum muslimin secara umum, disertai dengan kejujuran, keikhlasan, serta ratapan kepada Allah. Hendaknya hati hadir dan keinginan tulus terhadap apa yang ada di sisi Allah; engkau mengharapkan pahala-Nya, takut akan siksaan-Nya, dan mengharapkan pengabulan dalam keadaan engkau jujur. Ini semua merupakan sebab-sebab datangnya taufik, sebab-sebab pengabulan, dan sebab-sebab pahala yang agung. Bahkan meskipun pengabulan doa itu tertunda, engkau tetap berada di atas pahala yang agung, dan di dalam kebaikan-kebaikan dengan doa ini, ada kebaikan-kebaikan yang dicatat untukmu. Kita memohon kepada Allah taufik dan hidayah untuk semuanya.

Loading

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *