التحذير من الزهد في الحق لقلة السالكين أو الاغترار بالباطل
✍️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
إن التقوى كلمة جامعة تجمع الخير كله، وحقيقتها أداء ما أوجب الله، واجتناب ما حرمه الله على وجه الإخلاص له والمحبة والرغبة في ثوابه والحذر من عقابه، وقد أمر الله عباده بالتقوى ووعدهم عليها بتيسير الأمور وتفريج الكروب وتسهيل الرزق وغفران السيئات والفوز بالجنات. قال تعالى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ [الحج:1]، وقال تعالى: إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ [القلم: 34].
Sesungguhnya takwa adalah kata yang sarat makna, yang mengumpulkan seluruh kebaikan. Hakikat takwa adalah menunaikan apa yang Allah wajibkan dan menjauhi apa yang Allah haramkan atas dasar ikhlas kepada-Nya, disertai rasa cinta, berharap akan pahala-Nya, serta takut terhadap siksaan-Nya. Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertakwa dan menjanjikan kepada mereka kemudahan dalam segala urusan, jalan keluar dari berbagai kesulitan, kelapangan rezeki, pengampunan atas dosa-dosa, serta kemenangan dengan meraih janah-janah-Nya.
Allah taala berfirman, “Wahai manusia, bertakwalah kepada Rab kalian! Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar.” (QS Al-Hajj: 1).
Allah taala berfirman, “Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) janah-janah yang penuh kenikmatan di sisi Rab mereka.” (QS Al-Qalam: 34).
فيا معشر المسلمين، راقبوا الله سبحانه وبادروا إلى التقوى في جميع الحالات، وحاسبوا أنفسكم في جميع أقوالكم وأعمالكم ومعاملاتكم، وتداركوا أنفسكم وتوبوا إلى ربكم، وتفقهوا في دينكم، وبادروا إلى أداء ما أوجب عليكم واجتنبوا ما حرم الله لتفوزوا بالعز والأمن والهداية والسعادة في الدنيا والآخرة، واحذروا من الانكباب على الدنيا وإيثارها على الآخرة.
Maka wahai kaum muslimin, merasalah diawasi oleh Allah—subhanahu wa taala—dan bersegeralah menuju takwa dalam segala kondisi. Hisablah diri kalian pada setiap ucapan, perbuatan, dan interaksi kalian. Selamatkanlah diri kalian dan bertobatlah kepada Rab kalian, perdalamlah pemahaman agama kalian, bersegeralah menunaikan apa yang Dia wajibkan atas kalian, serta jauhilah apa yang Allah haramkan agar kalian memenangkan kemuliaan, keamanan, petunjuk, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Waspadalah dari bersikap rakus terhadap dunia dan lebih mengutamakannya daripada akhirat.
قال بعض السلف رحمهم الله: لا تزهد في الحق لقلة السالكين، ولا تغتر بالباطل لكثرة الهالكين.
Sebagian ulama salaf rahimahullah mengatakan, “Janganlah engkau menjauhi kebenaran karena sedikitnya orang yang menempuhnya dan janganlah engkau terpedaya oleh kebatilan karena banyaknya orang yang binasa.”
وأوصي إخواني المسلمين بخمسة أمور:
Saya mewasiatkan lima perkara kepada saudara-saudaraku kaum muslimin:
الأول: الإخلاص لله وحده في جميع القربات القولية والعملية والحذر من الشرك كله دقيقه وجليله، وهذا أوجب الواجبات وأهم الأمور.
Pertama: Ikhlas hanya kepada Allah semata dalam seluruh pendekatan diri baik berupa ucapan maupun perbuatan, serta waspada terhadap syirik secara keseluruhan, baik yang kecil maupun yang besar. Ini adalah kewajiban yang paling wajib dan perkara yang paling penting.
الثاني: التفقه في القرآن وسنة الرسول ﷺ والتمسك بهما وسؤال أهل العلم عن كل ما أشكل عليكم في أمر دينكم، والحذر من اتباع الهوى، وعليكم بالتمسك بالحق والدعوة إليه والحذر مما خالفه للفوز بخيري الدنيا والآخرة.
Kedua: Memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an dan sunah Rasul ﷺ serta berpegang teguh pada keduanya, bertanya kepada ahli ilmu tentang setiap hal yang meragukan kalian dalam urusan agama kalian, dan waspada terhadap sikap mengikuti hawa nafsu. Wajib bagi kalian berpegang teguh pada kebenaran, mendakwahkannya, dan waspada terhadap apa saja yang menyelisihinya demi memenangkan kebaikan dunia dan akhirat.
الثالث: إقامة الصلوات الخمس والمحافظة عليها في الجماعة، فإنها من أهم الواجبات وأعظمها بعد الشهادتين، وهي عمود الدين والركن الثاني من أركان الإسلام، وهي أول شيء يحاسب عليه العبد من عمله يوم القيامة.
Ketiga: Menegakkan salat lima waktu dan menjaganya secara berjemaah. Sesungguhnya salat termasuk kewajiban yang paling penting dan paling agung setelah dua kalimat syahadat. Salat adalah tiang agama dan rukun kedua dari rukun-rukun Islam, serta menjadi amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat.
الرابع: العناية بالزكاة والحرص على أدائها كما أوجب الله، وكل مال لا تؤدى زكاته فهو كنز يعذب به صاحبه يوم القيامة، أما غير المكلف من المسلمين كالصغير والمجنون فالواجب على وليه العناية بإخراج زكاة ماله كلما حال عليه الحول؛ لعموم الأدلة من الكتاب والسنة، والدالة على وجوب الزكاة في مال المسلم مكلفا كان أو غير مكلف.
Keempat: Memperhatikan zakat dan bersungguh-sungguh dalam menunaikannya sebagaimana yang Allah wajibkan. Setiap harta yang tidak ditunaikan zakatnya, maka harta itu adalah simpanan yang akan menyiksa pemiliknya pada hari kiamat. Adapun orang muslim yang belum mukalaf seperti anak kecil dan orang gila, maka wajib bagi walinya untuk memperhatikan pengeluaran zakat hartanya setiap kali telah mencapai satu haul (satu tahun kepemilikan); karena keumuman dalil-dalil dari Al-Qur’an dan sunah yang menunjukkan wajibnya zakat pada harta seorang muslim, baik ia seorang mukalaf maupun bukan mukalaf.
الخامس: يجب على كل مكلف من المسلمين أن يطيع الله ورسوله في كل ما أمر الله ورسوله، كصيام رمضان وحج البيت مع الاستطاعة وسائر ما أمر الله به ورسوله، وأن يعظم حرمات الله، ويتفكر فيما خلق لأجله وأمر به، ويحاسب نفسه في ذلك دائما، فإن كان قد قام بما أوجب عليه فرح بذلك وحمد الله عليه وسأله الثبات، وأخذ حذره من الكبر والعجب وتزكية النفس، وإن كان قد قصر فيما أوجب الله عليه بادر إلى التوبة الصادقة والندم والاستقامة على أمر الله، والإكثار من الذكر والاستغفار والضراعة إلى الله سبحانه وسؤاله، والتوبة من سالف الذنوب والتوفيق لصالح القول والعمل، ومتى وفق العبد لهذا الأمر العظيم فذلك عنوان سعادته ونجاته في الدنيا والآخرة.
Kelima: Wajib bagi setiap mukalaf dari kalangan kaum muslimin untuk menaati Allah dan Rasul-Nya dalam setiap hal yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan, seperti puasa Ramadan, berhaji ke Baitullah bagi yang mampu, serta seluruh perkara lainnya yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Ia juga harus mengagungkan hal-hal yang disucikan Allah, merenungkan tujuan ia diciptakan dan diperintahkan, serta selalu menghisab dirinya dalam hal itu. Jika ia telah menegakkan apa yang diwajibkan atasnya, hendaklah ia bergembira atas hal tersebut, memuji Allah atasnya, dan memohon keteguhan kepada-Nya, serta berhati-hati dari sikap sombong, ujub, dan menganggap diri suci. Namun, jika ia telah lalai dalam apa yang Allah wajibkan atasnya, hendaklah ia bersegera menuju tobat nasuhah, menyesali perbuatannya, istikamah di atas perintah Allah, serta memperbanyak zikir, istigfar, merendahkan diri kepada Allah—subhanahu wa taala—dan memohon kepada-Nya, bertobat dari dosa-dosa yang lalu, serta memohon taufik dalam ucapan dan amalan yang saleh. Kapan pun seorang hamba diberi taufik dalam perkara yang agung ini, maka itulah tanda kebahagiaan dan keselamatannya di dunia dan akhirat.
فاتقوا الله عباد الله وعظموا أمره ونهيه وبادروا بالتوبة إليه من جميع ذنوبكم، واعتمدوا عليه وحده وتوكلوا عليه فإنه خالق الخلق ورازقهم، ونواصيهم بيده سبحانه، لا يملك أحدهم لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا.
Maka bertakwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah, agungkanlah perintah dan larangan-Nya, serta segeralah bertobat kepada-Nya dari semua dosa kalian. Bersandarlah kepada-Nya semata dan bertawakallah kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia adalah Pencipta makhluk dan Pemberi rezeki mereka. Ubun-ubun mereka berada di tangan-Nya—subhanahu wa taala—. Tidak ada seorang pun dari mereka yang menguasai untuk dirinya sendiri kemudaratan, kemanfaatan, kematian, kehidupan, maupun kebangkitan.
قدموا -رحمكم الله- حق ربكم وحق رسوله على حق غيره، وطاعة غيره كائنا من كان، وتآمروا بالمعروف وتناهوا عن المنكر، وأحسنوا الظن بالله وأكثروا من ذكره واستغفاره، وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان.
Dahulukanlah—semoga Allah merahmati kalian—hak Rab kalian dan hak Rasul-Nya di atas hak selainnya dan di atas ketaatan kepada selainnya, siapa pun orangnya. Saling memerintahkanlah kalian kepada kebaikan dan saling melaranglah dari kemungkaran, berprasangka baiklah kepada Allah, serta perbanyaklah zikir dan istigfar kepada-Nya. Saling tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa, dan jangan saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.
نشرت في جريدة الندوة، العدد (12033) بتاريخ 8 / 2 / 1419 هـ. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 28/ 188).
Diterbitkan di Surat Kabar An-Nadwah, nomor 12033 pada tanggal 8/2/1419 H. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibnu Baz 28/188).
Sumber artikel: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
![]()
Be the first to leave a comment