حكم إزالة النساء لشعر الأيدي والأرجل
🎙️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
السؤال: أيضاً السؤال الآخر: ما حكم إزالة شعر الأيدي والأرجل من أجل الزينة؟
Pertanyaan: Demikian pula pertanyaan yang lain: Apa hukum menghilangkan rambut di tangan dan kaki dengan tujuan untuk berhias?
الجواب: لا أعلم فيه بأساً، أخذ الشعر من يد المرأة أو رجلها لا حرج فيه، لا نعلم فيه بأساً، أما الوجه فلا؛ لأن الرسول ﷺ لعن النامصة والمتنمصة، وذكر أئمة اللغة أن النامصة: هي التي تأخذ الشعر من الوجه أو من الحاجبين، هذا هو الممنوع، أما لو ظهر لها لحية، أو ظهر لها شارب، أو صار لها شعر في يديها أو في رجليها فلا بأس بأخذه، ولا حرج في ذلك إن شاء الله.
Jawaban: Saya tidak mengetahui adanya masalah dalam perkara tersebut. Mengambil rambut dari tangan wanita atau kakinya tidaklah mengapa. Kami tidak mengetahui adanya masalah dalam perkara tersebut.
Adapun wajah maka tidak boleh, karena Rasul—shallallahu ‘alaihi wa sallam— melaknat namishah (wanita yang mencukur atau menipiskan alis/rambut wajah orang lain) dan mutanammishah (wanita yang meminta dicukur atau ditipiskan alis/rambut wajahnya)1 (HR Abu Dawud nomor 4170). Para imam ahli bahasa menyebutkan bahwa namishah adalah wanita yang mengambil rambut dari wajah atau dari kedua alis. Inilah yang dilarang.
Adapun jika tumbuh janggut pada wanita tersebut, atau tumbuh kumis, atau terdapat rambut di kedua tangan atau di kedua kakinya, maka tidak mengapa untuk mengambilnya dan tidak ada dosa dalam perkara tersebut, insyaallah.
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
![]()
Be the first to leave a comment