Hukum Wanita Berolahraga

ismail  

حكم ممارسة النساء للرياضة

🎙 Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

السؤال: أخت لنا من العراق محافظة البصرة تقول المؤمنة: (م. ع. د) أختنا رسالتها مطولة بعض الشيء، ملخصها السؤال عن الرياضة بالنسبة للفتيات؟

Pertanyaan: Seorang saudari kita dari Irak, Provinsi Bashrah, seorang mukminah berinisial (M. ‘A. D.) mengajukan pertanyaan yang agak panjang, yang ringkasannya adalah pertanyaan tentang olahraga bagi para gadis?

الجواب: الرياضة تختلف كلمة مجملة، فالرياضة بين البنات في أشياء لا تخالف الشرع المطهر بمشي كثير في محل خاص بهن لا يخالطهن فيه الرجال، ولا يطلع عليه الرجال، أو بسباحة عندهن في بيتهن أو في مدرستهن خاصة لا يراها الرجال ولا يتصل بها الرجال، لا يضر ذلك.

Jawaban: Olahraga itu berbeda-beda dan kata tersebut bermakna umum. Olahraga di antara sesama anak perempuan dalam perkara-perkara yang tidak menyelisihi syariat yang suci—seperti banyak berjalan di tempat khusus bagi mereka yang mana laki-laki tidak bercampur baur dengan mereka di sana dan laki-laki tidak dapat melihatnya, atau dengan berenang di lingkungan mereka sendiri di rumah mereka atau di sekolah mereka secara khusus yang mana laki-laki tidak melihatnya dan laki-laki tidak terhubung dengannya—maka hal itu tidak membahayakan.

أما رياضة يحصل بها الاختلاط بين الرجال والنساء أو يراها الرجال أو تسبب شرًا على المسلمين فلا تجوز، فلابد من التفصيل.

Adapun olahraga yang mengakibatkan terjadinya ikhtilat (bercampur baur) antara laki-laki dan perempuan, atau laki-laki dapat melihatnya, atau mendatangkan keburukan bagi kaum muslimin, maka tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, harus ada perincian.

الرياضة التي تخص النساء ولا يكون فيها محذور شرعًا، وليس فيها اختلاط بالرجال بل في محل مستور ومحل بعيد عن الخلطة فلا بأس بها، سواء كانت بالمشي أو بالسباحة ونحوها، نعم وهكذا بالمسابقة بينهن. نعم.

Olahraga yang khusus bagi wanita dan tidak ada pelanggaran syariat di dalamnya, serta tidak ada ikhtilat dengan laki-laki, melainkan di tempat yang tertutup dan tempat yang jauh dari perbauran, maka tidak mengapa melakukannya, baik itu berupa jalan kaki, berenang, dan sejenisnya. Naam. Demikian pula dengan perlombaan di antara sesama mereka. Naam.

Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.

Loading

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *