🎙️ Syekh Doktor Khalid bin Dhahwi Azh-Zhafiri hafizhahullahu ta’ala
Khotbah tanggal 14 Ramadan 1435 H di masjid As-Sa’di di Al-Jahra
الخطبة الأولى:
إِنَّ ٱلۡحَمۡدَ لِلَّهِ نَحۡمَدُهُ وَنَسۡتَعِينُهُ وَنَسۡتَغۡفِرُهُ وَنَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنۡ شُرُورِ أَنفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعۡمَالِنَا مَن يَهۡدِهِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَن يُضۡلِلۡ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشۡهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبۡدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعۡدُ:
فَإِنَّ أَصۡدَقَ ٱلۡحَدِيثِ كَلَامُ ٱللَّهِ، وَخَيۡرَ ٱلۡهَدۡيِ هَدۡيُ مُحَمَّدٍ -صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ-، وَشَرَّ ٱلۡأُمُورِ مُحۡدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحۡدَثَةٍ بِدۡعَةٌ، وَكُلَّ بِدۡعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي ٱلنَّارِ.
أَمَّا بَعۡدُ:
Wahai hamba Allah, bulan Ramadan adalah bulan tilawah dan Al-Qur’an, bulan tadabur ayat-ayat Al-Qur’an, dan memperbanyak membaca Al-Qur’an serta berupaya mengkhatamkannya, karena itu adalah salah satu sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, hendaknya seorang hamba yang beriman memanfaatkan bulan yang mulia ini, dan hendaknya para penghafal Al-Qur’an berupaya untuk memurajaah dan tidak melupakannya, karena Al-Qur’an jika tidak dirawat oleh penghafalnya, maka akan cepat dilupakan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الۡقُرۡآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الۡإِبِلِ الۡمُعَقَّلَةِ: إِنۡ عَاهَدَ عَلَيۡهَا أَمۡسَكَهَا، وَإِنۡ أَطۡلَقَهَا ذَهَبَتۡ
Perumpamaan orang yang menghafal Al-Qur’an adalah seperti unta yang diikat, jika dirawat maka akan tetap, dan jika dilepas maka akan pergi.
(Muttafaqun ‘alaih1HR Al-Bukhari nomor 5031 dan Muslim nomor 789)
Dan Muslim menambahkan dalam riwayatnya:
وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ
Jika orang yang menghafal Al-Qur’an membacanya malam dan siang, maka ia akan mengingatnya, dan jika tidak membacanya maka ia akan melupakannya.
Wahai hamba Allah, Allah tabaaraka wa ta’ala telah memuliakan kalian dengan kitab yang penuh berkah ini, maka tadaburilah ayat-ayatnya, renungkanlah tanda-tandanya, berhentilah sejenak di ayat yang mengandung peringatan, amalkanlah hukum-hukumnya, dan benarkanlah berita-berita dan kisah-kisahnya. Bacalah Al-Qur’an dengan bacaan orang yang menadaburi dan tenang, janganlah kalian membacanya dengan cara hadzdz (sangat cepat dan tidak jelas), yaitu bacaan yang cepat sehingga tidak dipahami apa-apa.
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepadanya, “Aku benar-benar membaca surah-surah yang termasuk kategori Al-Mufashshal dalam satu rakaat.”
Maka Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
هَذًّا كَهَذِّ الشِّعۡرِ؟ إِنَّ أَقۡوَامًا يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ. وَلَكِنۡ إِذَا وَقَعَ فِي الۡقَلۡبِ فَرَسَخَ فِيهِ، نَفَعَ.
Apakah engkau membaca dengan terlalu cepat seperti orang yang membaca syair? Sesungguhnya ada orang yang membaca Al-Qur’an tapi tidak melewati tulang selangkanya, tetapi jika Al-Qur’an itu masuk ke dalam hati dan meresap, maka akan bermanfaat.
HR. Muslim2nomor 822
Dan beliau radhiyallahu ‘anhu juga berkata, “Janganlah kalian membaca Al-Qur’an dengan cara hadzdz (sangat cepat dan tidak jelas) seperti syair, dan janganlah kalian membacanya dengan sangat cepat seperti kurma jelek lagi kering yang ditabur, berhentilah sejenak di hadapan keajaiban-keajaibannya, getarkan hati dengannya, dan janganlah salah satu di antara kalian bertujuan hanya ingin menyelesaikan surah saja.”
Wahai hamba Allah, sesungguhnya para salaf yang mulia -semoga Allah meridai mereka- banyak mengkhatamkan Al-Qur’an, dan jika datang bulan Ramadan, mereka semakin sering mengkhatamkan Al-Qur’an karena kemuliaan waktu itu.
Jibril ‘alaihis-salam menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadan, dan Jibril membacakan Al-Qur’an kepada beliau. (Muttafaqun ‘alaih3 HR Al-Bukhari nomor 3554, 4997 dan Muslim nomor 2308).
Pada tahun terakhir kehidupannya, Jibril memeriksa hafalan Al-Qur’an beliau dua kali.4 (HR Al-Bukhari nomor 3623 dan Muslim nomor 2450).
Wahai hamba Allah, bulan Ramadan adalah bulan pembebasan dari api neraka, bulan pembebasan dari belenggu kesulitan dan kerugian. Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لِلّٰهِ -عَزَّ وَجَلَّ- عِنۡدَ كُلِّ فِطۡرٍ عُتَقَاءُ
Allah ‘azza wa jalla memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka pada setiap waktu berbuka.5 (HR Ibnu Majah nomor 1643).
Dan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّٰهِ تَبَارَكَ وَتَعَالٰى عُتَقَاءَ فِي كُلِّ يَوۡمٍ وَلَيۡلَةٍ
“Sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka pada setiap hari dan malam.” (yaitu pada bulan Ramadan).
Dan setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap hari dan malam. Wahai hamba Allah, manfaatkanlah bulan ini dengan kembali kepada Allah, karena ini adalah waktu untuk tobat, memohon ampun, dan kembali kepada Allah. Dekatilah pintu tobat, kamu akan menemukannya terbuka lebar, tidak akan ditutup sampai matahari terbit dari barat. Jangan katakan, “Dosa-dosaku banyak.” Jika dosa-dosamu mencapai awan di langit, dan kamu meminta ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampunimu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadis qudsi,
قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا ابۡنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوۡتَنِي وَرَجَوۡتَنِي غَفَرۡتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلَا أُبَالِي، يَا ابۡنَ آدَمَ لَوۡ بَلَغَتۡ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسۡتَغۡفَرۡتَنِي غَفَرۡتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي، يَا ابۡنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوۡ أَتَيۡتَنِي بِقُرَابِ الۡأَرۡضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشۡرِكُ بِي شَيۡئًا لَأَتَيۡتُكَ بِقُرَابِهَا مَغۡفِرَةً
Allah tabaraka wa ta’ala berkata: Wahai anak Adam, jika kamu berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu, tidak peduli apa yang kamu lakukan. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu mencapai awan di langit, kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika kamu datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian kamu menjumpai-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Aku, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.6 (HR At-Tirmidzi nomor 3540).
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبۡسُطُ يَدَهُ بِاللَّيۡلِ، لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ. وَيَبۡسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ، لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيۡلِ، حَتَّىٰ تَطۡلُعَ الشَّمۡسُ مِنۡ مَغۡرِبِهَا
Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla membuka tangan-Nya pada malam hari untuk menerima tobat orang yang berbuat salah pada siang hari, dan membuka tangan-Nya pada siang hari untuk menerima tobat orang yang berbuat salah pada malam hari, sampai matahari terbit dari barat.7 (HR Muslim nomor 2759).
Wahai hamba Allah, di antara dosa-dosa yang banyak menimpa kaum muslimin dan mereka tetap melakukannya adalah dosa yang masuk ke dalam napas mereka dan mengalir dalam darah mereka, yang mengharamkan banyak kebaikan dan membawa banyak kesalahan, yaitu merokok. Wahai para perokok, jauhkanlah kebiasaan buruk ini dari mulut kalian dan jangan jadikan itu sebagai bagian dari perbuatan kalian. Betapa banyak dosa yang kalian lakukan tanpa kalian sadari. Manfaatkan bulan ini untuk berhenti dari kebiasaan itu. Kamu bisa melakukannya, tahanlah diri kamu dari merokok. Siang hari penuh ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla, mengapa kamu kembali merokok di malam hari? Penahananmu dari merokok di siang hari menunjukkan kemampuanmu, bahwa ini hanya masalah tekad dan kemauan. Jika kamu bertekad, maka percayalah kepada Allah dan jauhkan kebiasaan buruk ini dari diri dan rumahmu.
Orang yang memahami apa yang dibawa oleh rokok akan mengetahui keburukan dan bahayanya. Orang-orang berbuka puasa dengan yang baik-baik, sedangkan perokok berbuka dengan asap rokok yang buruk, sehingga dia menutup puasanya dengan dosa dan memulainya dengan dosa. Merokok merusak kesehatan dan menghilangkan aroma yang baik, sehingga orang-orang di sekitarmu merasa terganggu, termasuk di majelis dan masjid, bahkan malaikat pun terganggu dengan gangguan yang dialami manusia. Merokok mengganggu kekhusyukan ibadahmu. Misalnya, orang yang haji akan kembali dari dosa-dosanya seperti hari ketika dia dilahirkan ibunya, jika dia tidak berbuat keji dan tidak berbuat dosa. Sedangkan perokok di haji, dia merampas pahala besar itu karena dia bermaksiat kepada Allah dengan merokok, sehingga dia melakukan kefasikan. Karena kefasikan adalah keluar dari ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla. Merokok menjadi sebab dia kehilangan pahala besar itu.
Nasihatku kepada kalian, wahai hamba Allah, adalah menjauhi kebiasaan buruk ini, dan melakukan upaya untuk itu, seperti menjauhi perokok, bertekad, meminta pertolongan Allah, dan berdoa kepada-Nya agar kamu dibebaskan dari kebiasaan itu. Barangsiapa ingin selamat, maka hendaklah dia menjauhi sebab-sebab kemurkaan Allah dan mengikuti Rasulullah. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلۡأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكۡتُوبًا عِندَهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ يَأۡمُرُهُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَىٰهُمۡ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡخَبَٰٓئِثَ
Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.
QS Al-A’raf: 157
Maka, ambillah yang baik-baik dan jauhilah yang buruk.
أَقُولُ مَا تَسۡمَعُونَ وَأَسۡتَغۡفِرُ ٱللَّهَ ٱلۡعَظِيمَ لِي وَلَكُمۡ مِن كُلِّ ذَنۢبٍ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ.
الخطبة الثانية:
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ رَسُولِ ٱللَّهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحۡبِهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاهُ أَمَّا بَعۡدُ:
Wahai hamba Allah, di antara perkara baru yang akan terjadi dalam beberapa hari ini adalah apa yang disebut “Qarqi’aan (Garangao)”. Ini adalah kebiasaan yang bertentangan dengan syariat, sehingga harus diwaspadai dan diwanti-wanti. Di dalamnya, anak-anak dibiasakan meminta-minta dan mengemis, yang merupakan perbuatan yang dilarang oleh syariat. Selain itu, ada juga pemborosan yang banyak, seperti yang kita lihat di toko-toko dan lain-lain, seperti pakaian khusus dan permen yang harganya sangat mahal. Semua ini adalah pemborosan harta yang tidak dibenarkan oleh syariat.
Bahkan, hari-hari ini dirayakan oleh orang-orang Rafidhah sebagai hari ulang tahun Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Maka, kita tidak boleh meniru mereka dan harus menjauh dari mereka. Mungkin asal perayaan ini dari mereka, sehingga tidak boleh kita meniru mereka. Selain itu, perayaan ini juga termasuk perkara yang akan menyibukkan kamu di bulan Ramadan dari beribadah kepada Allah, sehingga kamu malah pergi ke pasar-pasar yang dikuasai oleh setan.
Komite Tetap (Lajnah Daimah) yang diketuai oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah telah mengeluarkan fatwa tentang hukum perayaan ini, yaitu: “Perayaan pada malam kelima belas Ramadan atau pada waktu lain dengan alasan perayaan Qarqi’aan adalah bidah yang tidak ada dasarnya dalam Islam, dan setiap bidah adalah sesat. Maka, wajib untuk meninggalkan dan mewanti-wanti dari perayaan itu, dan tidak boleh diadakan di tempat manapun. Yang disyariatkan pada malam-malam Ramadan adalah bersungguh-sungguh dalam salat, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, setelah memperhatikan kewajiban-kewajiban. Wallahu al-Muwaffiq.” Selesai.
Maka, wahai hamba Allah, jauhilah sebab-sebab kemurkaan Allah dan berusahalah untuk mendapatkan rida-Nya.
ٱللَّهُمَّ تَقَبَّلۡ صِيَامَنَا، ٱللَّهُمَّ تَقَبَّلۡ قِيَامَنَا، ٱللَّهُمَّ ٱسۡتَجِبۡ دُعَاءَنَا، ٱللَّهُمَّ ٱجۡعَلۡنَا مِنۡ عُتَقَائِكَ فِي هَٰذَا ٱلشَّهۡرِ يَا رَبَّ ٱلۡعَالَمِينَ، ٱللَّهُمَّ ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِوَالِدَيۡنَا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَاتِ ٱلۡأَحۡيَاءِ مِنۡهُمۡ وَٱلۡأَمۡوَاتِ، رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ، وَصَلَّى ٱللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ.
Sumber transkrip Arab: https://aldhafiri.net/?audio=2115
Be the first to leave a comment