حكم ذبح هدي التمتع والقران في عرفات
✍️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
السؤال: ذبح حاج هديه في عرفات أيام التشريق ووزعها على من فيها، فهل يجوز ذلك؟ وماذا يجب عليه إذا كان جاهلًا الحكم أو عامدًا؟ وإذا ذبح هديه في عرفات، ثم وزع لحمه داخل الحرم. هل يجوز ذلك؟ وما هو المكان الذي لا يجوز ذبح الهدي إلا فيه؟ ولكم الشكر.
Pertanyaan: Seorang jemaah haji menyembelih hadyunya di Arafah pada hari-hari Tasyrik dan membagikannya kepada orang-orang yang ada di sana. Apakah hal itu diperbolehkan? Apa yang wajib ia lakukan jika ia tidak tahu hukumnya atau jika ia sengaja melakukannya? Dan jika ia menyembelih hadyunya di Arafah, kemudian membagikan dagingnya di dalam tanah haram, apakah hal itu diperbolehkan? Di manakah tempat yang tidak diperbolehkan menyembelih hadyu kecuali di sana? Terima kasih.
الجواب: هدي التمتع والقران لا يجوز ذبحه إلا في الحرم، فإذا ذبحه في غير الحرم؛ كعرفات وجدة وغيرهما، فإنه لا يجزئه، ولو وزع لحمه في الحرم، وعليه هدي آخر يذبحه في الحرم سواء كان جاهلًا أو عالمًا؛ لأن النبي ﷺ نحر هديه في الحرم، وقال: خذوا عني مناسككم1 رواه بنحوه مسلم في (الحج)، باب (استحباب رمي جمرة العقبة يوم النحر راكبًا) برقم 1297.، وهكذا أصحابه إنما نحروا هديهم في الحرم تأسيًا به ﷺ.2 نشر في كتاب (الدعوة) الجزء الأول ص 129، وفي جريدة (اليوم) العدد 8701 بتاريخ 4/12/1417هـ، وفي جريدة (البلاد) العدد 14913 بتاريخ 19/12/1417هـ. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 18/ 31).
Jawaban: Hadyu haji tamatuk dan kiran tidak boleh disembelih kecuali di tanah haram. Jika ia menyembelihnya di luar tanah haram, seperti di Arafah, Jeddah, atau tempat lainnya, maka hal itu tidak sah baginya meskipun ia membagikan dagingnya di dalam tanah haram. Ia wajib menyembelih hadyu pengganti di tanah haram, baik ia melakukannya karena tidak tahu maupun tahu hukumnya. Hal ini karena Nabi ﷺ menyembelih hadyu beliau di tanah haram dan bersabda: “Ambillah dariku tata cara manasik kalian.”3 Diriwayatkan yang semisal dengannya oleh Muslim nomor 1297. Demikian pula para sahabat beliau, mereka hanyalah menyembelih hadyu mereka di tanah haram karena mengikuti teladan beliau ﷺ.4 Diterbitkan dalam kitab Ad-Dakwah bagian pertama halaman 129, di surat kabar Al-Yaum nomor 8701 pada tanggal 4/12/1417 H, dan di surat kabar Al-Bilad nomor 14913 pada tanggal 19/12/1417 H. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz 18/31).
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
Be the first to leave a comment