حكم إلزام الأطفال بلبس الإحرام أثناء الحج أو العمرة
🎙️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
السؤال: السؤال الثاني لأخينا من السودان والمقيم في قطر عن الأطفال هل يلزمون بلبس الإحرام عند العمرة أو الحج؟
Pertanyaan:
Pertanyaan kedua dari saudara kita dari Sudan yang tinggal di Qatar: Apakah anak-anak diharuskan mengenakan pakaian ihram selama umrah atau haji?
الجواب:
Jawaban:
نعم، الأطفال مثل الكبار، إذا نوى عنهم وليهم المسئول عنه في السفر كأبيهم أو أمهم أو أخيهم المسئول عنهم في هذا السفر الذي حج بهم، إذا تولى عنهم الإحرام بأن كانوا دون السبع فنوى عنهم الإحرام أو فوق السبع وأمروا بالإحرام يعلمون،
Ya, anak-anak sama seperti orang dewasa. Jika wali mereka, yang bertanggung jawab atas mereka selama perjalanan haji, seperti ayah, ibu, atau saudara laki-laki mereka, berniat menunaikan haji atas nama mereka, maka ketika ia mengurusi mereka untuk melakukan ihram dan mereka berusia di bawah tujuh tahun, maka dia meniatkan ihram atas nama mereka. Atau apabila mereka di atas tujuh tahun, maka mereka diperintahkan untuk melakukan ihram dengan cara diajari.
فالذي فوق السبع يعلم يقال له إن كان ذكر: اخلع الملابس المخيطة والبس إزارًا ورداء واكشف رأسك، وإن كان صغيرًا دون السبع كشف رأسه وألبس قطعة من … وجرد من القميص والفنيلة مثلًا والسراويل ولف في اللفافة وضبطت عليه حتى يكمل عمرته أو حجه.
Jadi, anak yang berusia di atas tujuh tahun diajari. Jika ia laki-laki, dikatakan kepadanya: Tanggalkan pakaian yang dijahit, pakailah izar (kain yang diselimutkan ke tubuh bagian bawah) dan rida (kain yang diselimutkan ke tubuh bagian atas), jangan tutup kepalamu!
Jika anak itu masih kecil, di bawah tujuh tahun, bukalah penutup kepalanya, kenakan selembar… lalu tanggalkan baju, kaos, dan celananya, misalnya, lalu selimutilah ia dengan kain tersebut dan jaga jangan sampai lepas hingga ia menyelesaikan umrah atau hajinya.
وهكذا الكبير الذي فوق السبع يعلمه وليه يقال له: سو كذا وسو كذا وسو كذا،
Demikian pula, anak yang sudah besar yang sudah berusia lebih dari tujuh tahun diajari oleh walinya, dengan dikatakan: Kerjakan ini, kerjakan itu, kerjakan ini!
أما الأنثى فلا فإحرامها في وجهها ما عليها تلبس ما شاءت من الملابس، تحرم في ملابسها العادية وإذا أحرمت بملابس غير لافتة للنظر -يعني: غير جميلة- يكون ذلك أولى وأفضل حتى لا تلفت النظر، وحتى لا تفتن أحدًا؛ لأنها تخالط الناس فقد يبين منها شيء من هذه الملابس التي قد تفتن الناس.
Adapun perempuan, tidak sama, ihramnya adalah wajahnya. Ia bisa mengenakan pakaian apa pun yang ia inginkan. Ia berihram dengan pakaiannya yang biasa, dan jika ia berihram dengan pakaian yang tidak mencolok—artinya: tidak indah—itu lebih utama dan lebih baik agar ia tidak menarik perhatian dan agar ia tidak menggoda seorang pun, karena ia akan berbaur dengan orang-orang dan mungkin ada sesuatu dari pakaian itu yang terlihat darinya yang dapat menggoda orang.
وهكذا الصغيرة تلبس ملابس مناسبة للمقام ليس فيها زينة كثيرة، بل ملابس عادية، وتكشف وجهها؛ لأنها صغيرة، فإذا كانت ممن يغطى وجهه كالمراهقة والكبيرة يغطى وجهها بما معهم من الخمار من دون نقاب، النقاب تمنع من النقاب وما يصنع للوجه من الملابس التي تصنع للوجه ويكون فيها نقب للعين أو للعينين، وبعضهم يلفه على الوجه، يجعل غطاءً للوجه على قدره يغطي الأنف والفم والجبهة وتبقى العينان، هذا كله تمنع منه، وتغطي وجهها بالخمار ونحوه، كما قالت عائشة رضي الله عنها: كنا مع النبي ﷺ في الحج وكنا إذا دنا منا الرجال سدلت إحدانا خمارها على وجهها، فإذا بعدوا عنا كشفنا نعم.
Demikian pula, anak perempuan mengenakan pakaian yang sesuai dengan acaranya, tanpa banyak hiasan, melainkan pakaian biasa dan ia membuka wajahnya karena ia masih kecil. Jika ia termasuk wanita yang wajahnya harusnya ditutup, seperti remaja atau wanita dewasa, maka wajahnya ditutup dengan khimar yang mereka miliki tanpa nikab. Nikab dilarang, begitu pula pakaian yang dibuat untuk wajah yang memiliki bukaan untuk mata. Beberapa dari mereka melilitkannya di wajah, membuat penutup wajah sesuai ukurannya yang menutupi hidung, mulut, dan dahi, dengan bagian mata tetap terbuka. Semua ini dilarang.
Ia seharusnya menutupi wajahnya dengan khimar atau sejenisnya, sebagaimana ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat haji. Ketika laki-laki mendekati kami, salah satu dari kami akan menurunkan khimarnya ke wajahnya. Ketika mereka menjauh dari kami, kami membukanya.”1 (HR Abu Dawud nomor 1833)
المقدم: جزاكم الله خيرًا.
Pembawa acara: Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
Be the first to leave a comment