حكم الصلاة بدون عمامة
✍️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
س: هل تجوز الصلاة بدون عمامة -أي: غترة- وهل يجوز للإمام الذي يصلي بالناس أن يصلي بدون غترة، وهل تجزئ الطاقية، مع الدليل حفظكم الله تعالى؟ هذا والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
Pertanyaan: Apakah boleh salat tanpa menggunakan serban—yakni: ghutrah—dan apakah boleh bagi imam yang mengimami orang-orang untuk salat tanpa ghutrah, serta apakah cukup dengan menggunakan peci saja? Mohon jawaban disertai dalilnya. Semoga Allah taala menjaga Anda. Demikian, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
ج: الصلاة بغير عمامة لا حرج فيها؛ لأن الرأس ليس بعورة، ولا يجب ستره في الصلاة، سواء كان المصلي إمامًا أو منفردًا أو مأمومًا، ولكن إذا لبس العمامة المعتادة كان أفضل، ولا سيما إذا صلى مع الناس؛ لقول الله : يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ [الأعراف: 31] وهي من الزينة.
Jawaban:
Salat tanpa menggunakan serban tidaklah mengapa, karena kepala bukanlah aurat dan tidak wajib menutupnya di dalam salat, baik orang yang salat tersebut adalah imam, orang yang salat sendirian, maupun makmum. Akan tetapi, jika ia memakai serban yang biasa digunakan, maka itu lebih utama, terlebih lagi jika ia salat bersama orang banyak; berdasarkan firman Allah: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang bagus pada setiap (memasuki) masjid!” (QS Al-A’raf: 31), dan serban termasuk bagian dari perhiasan.
ومعلوم أن المحرمين من الذكور يصلون كاشفي الرؤوس؛ لكونهم ممنوعين من سترها حال الإحرام، فعلم بذلك أن كشف الرأس في الصلاة لا حرج فيه.
Telah diketahui bahwa laki-laki yang sedang ihram melakukan salat dalam keadaan kepala terbuka; dikarenakan mereka dilarang menutup kepala saat dalam keadaan ihram. Maka dari itu, diketahuilah bahwa membuka kepala di dalam salat tidaklah mengapa.
وفق الله الجميع للعلم النافع والعمل به، إنه سميع مجيب.1صدرت من مكتب سماحته في 19 / 1 / 1416 هـ. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 10/ 406).
Semoga Allah memberikan taufik kepada semuanya kepada ilmu yang bermanfaat dan pengamalannya, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.2Dikeluarkan dari kantor Syekh pada 19/1/1416 H. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz 10/406).
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
Be the first to leave a comment