Apa Hukum Seorang Mukmin Meminta Didoakan oleh Saudaranya?

ismail  

ما حكم سؤال المؤمن أخاه الدعاء له؟

🎙️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

السؤال:

إني أحبّكم في الله، والسؤال هو: لقد قال بعضُ طلبة العلم أنه لا يجوز للرجل أن يسأل أخاه أن يدعو له، وقال البعض: بل يجوز ذلك، واستدلّوا بقول الرسول ﷺ لعمر بن الخطاب : لا تنسنا من دعائك يا أخي، فنرجو من سماحتكم توضيح ذلك.

Pertanyaan:

Sesungguhnya aku mencintai Anda karena Allah. Pertanyaannya adalah: Sebagian penuntut ilmu mengatakan bahwa seseorang tidak boleh meminta saudaranya untuk mendoakannya, sementara sebagian yang lain mengatakan, “Bahkan hal itu boleh,” dan mereka berdalil dengan sabda Rasulullah ﷺ kepada ‘Umar bin Al-Khaththab: “Jangan lupakan kami dalam doamu, wahai saudaraku.” Kami berharap penjelasan dari Anda mengenai hal tersebut.

الجواب:

Jawaban:

أحبَّك الله الذي أحببتنا له، ولا بأس أن يسأل أخاه يقول: ادع الله لي، لا بأس، ولا حرج في ذلك، لكن ما هو بدائمٍ، بعض الأحيان، بعض الناس دائم كل ساعةٍ: ادع لي، ادع لي، إذا سأله بعض الأحيان حسن، أما دائمًا دائمًا فتركه أوْلى.

Semoga Allah mencintaimu, yang demi Dia engkau mencintai kami. Tidak mengapa seseorang meminta saudaranya dengan berkata, “Berdoalah kepada Allah untukku.”

Tidak mengapa dan tidak ada dosa dalam hal itu, namun hendaknya tidak dilakukan terus-menerus, melainkan kadang-kadang saja. Sebagian orang melakukannya terus-menerus setiap saat, “Doakan aku, doakan aku.”

Jika ia memintanya sesekali, maka itu baik. Adapun jika terus-menerus, maka meninggalkannya lebih utama.

وقد ثبت عن رسول الله ﷺ أنه قال: إنه يقدم عليكم شخصٌ يُقال له: أويس القرني، بار بأمه، قد أصابه برصٌ فعافاه الله منه إلا موضع درهم، فمَن لقيه فليسأله أن يستغفر له رواه مسلم في “الصحيح”، فلما لقيه عمر قال: استغفر لي، فإني سمعتُ الرسول يقول هذا في حقِّك. هذا يدل على جواز هذا.

Telah pasti riwayat dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya akan datang kepada kalian seseorang yang bernama Uwais Al-Qarni, ia berbakti kepada ibunya, ia pernah tertimpa penyakit sopak lalu Allah menyembuhkannya kecuali seukuran satu dirham. Barang siapa yang menjumpainya, maka mintalah kepadanya agar memohonkan ampunan (kepada Allah) untuknya.” Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih1nomor 2542.

Maka ketika ‘Umar menjumpainya, ia berkata, “Mohonkanlah ampunan untukku, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda demikian tentangmu.”

Ini menunjukkan bolehnya hal tersebut.

وكذا جاء عن عمر أن النبيَّ ﷺ قال له لما أراد العمرة: لا تنسنا من دعائك، أو قال: أشركنا في دعائك، ولكن في سنده بعض الضَّعف، لكن يقوى بالحديث الآخر.

Demikian pula diriwayatkan dari Umar bahwa Nabi ﷺ bersabda kepadanya ketika ia hendak melaksanakan umrah, “Jangan lupakan kami dalam doamu,” atau beliau bersabda, “Sertakanlah kami dalam doamu,”2HR Abu Dawud nomor 1498 akan tetapi dalam sanadnya terdapat sedikit kelemahan, namun menjadi kuat dengan hadis yang lain.

فالحاصل أنَّ هذا لا بأس به، ولا حرج فيه، لكن الأوْلى والأفضل أن يُقلِّل منه الإنسان، بعض الناس كل ساعة يقول: ادع الله لي، ادع الله لي، فينبغي في مثل هذا؛ لأنَّ هذا يُملّ الناس، ويشقّ على الناس، فينبغي أن يكون بين وقتٍ وآخر، ما هو بدائمٍ كل ساعة.

Kesimpulannya, hal ini tidaklah mengapa dan tidak ada dosa di dalamnya, akan tetapi yang lebih utama dan lebih afdal adalah seseorang menyedikitkan hal tersebut. Sebagian orang setiap saat berkata, “Berdoalah kepada Allah untukku, berdoalah kepada Allah untukku.” Maka sepatutnya (tidak dilakukan sesering itu); karena hal ini membosankan orang lain dan memberatkan mereka. Sepatutnya dilakukan sekali waktu, tidak terus-menerus setiap saat.

Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *