Orang yang Berpegang Teguh dengan Sunah secara Jujur dan Ikhlas Akan Sampai kepada Derajat Dicintai Allah

ismail  

Al-Bukhari mengeluarkan dalam Shahih Al-Bukhari1 Nomor 6502. bahwa Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda,

إِنَّ اللهَ تَعَالَىٰ قَالَ: مَنۡ عَادَىٰ لِي وَلِيًّا فَقَدۡ آذَنۡتُهُ بِالۡحَرۡبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبۡدِي بِشَيۡءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افۡتَرَضۡتُ عَلَيۡهِ، وَمَا يَزَالُ عَبۡدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّىٰ أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحۡبَبۡتُهُ كُنۡتُ سَمۡعَهُ الَّذِي يَسۡمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبۡصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبۡطِشُ بِهَا، وَرِجۡلَهُ الَّتِي يَمۡشِي بِهَا، وَإِنۡ سَأَلَنِي لَأُعۡطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسۡتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

“Sesungguhnya Allah taala berfirman: ‘Barang siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang dia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya, dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya.’”

Maka ini adalah hadis agung yang jelas tentang kemuliaan dan keagungan para wali serta karamah mereka. Sebagian ahli ilmu berkata: “Sesungguhnya ini adalah hadis paling mulia yang diriwayatkan tentang penyebutan para wali.”2 Silakan lihat Jami’ Al-‘Ulum wal-Hikam karya Al-Hafizh Ibnu Rajab (2/334) dan Majmu’ Fatawa Syaikh Al-Islam (18/129).

Al-Hafizh Ibnu Rajab menyebutkan dalam Jami’ Al-‘Ulum wal-Hikam saat menjelaskan hadis ini bahwa para wali Allah yang didekatkan itu ada dua golongan:

Pertama: Orang yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan menunaikan hal-hal fardu, dan itu mencakup melakukan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan …

Kedua: Orang yang mendekatkan diri kepada-Nya setelah melakukan hal-hal fardu dengan amalan-amalan sunah.

Kemudian dia berkata, “Maka tampak jelas dengan hal itu bahwa tidak ada jalan yang dapat menyampaikan kepada kedekatan kepada Allah taala, kewalian-Nya, dan kecintaan-Nya selain ketaatan kepada-Nya yang telah Dia syariatkan melalui lisan Rasul-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Jadi, barang siapa yang mengeklaim kewalian Allah serta kedekatan dan kecintaan kepada-Nya melalui selain jalan ini, jelaslah bahwa dia berdusta dalam klaimnya tersebut.”

Disebutkan dalam Az-Zuhd3 Halaman 51 karya Imam Ibnu Abu Hatim bahwa Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Mereka dahulu berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami benar-benar mencintai Allah,’ maka Allah hendak menjadikan sebuah tanda bagi kecintaan mereka, lalu Allah menurunkan ayat:

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: ‘Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran: 31).”

Imam Ibnu Al-Qayyim berkata dalam Madarij As-Salikin4 (3/8):

Tatkala orang-orang yang mengeklaim cinta itu banyak, mereka dituntut untuk membawa bukti atas kebenaran klaim tersebut. Seandainya manusia diberi hanya berdasarkan klaim mereka, niscaya orang yang kosong (hatinya) akan mengeklaim merasakan panasnya kerinduan. Maka orang-orang yang mengeklaim itu pun bermacam-macam dalam memberikan kesaksian. Lalu dikatakan: Klaim ini tidak akan diterima kecuali dengan bukti:

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ

Katakanlah, “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.”

Maka mundurlah seluruh makhluk, dan tetap teguhlah para pengikut habibullah (Nabi Muhammad)—‘alaihish-shalatu was-salam—dalam perbuatan, perkataan, dan akhlaknya.”

Beliau berkata dalam Al-Fawa`id5 Halaman 108, “Wasilah (sarana) yang paling dekat kepada Allah adalah senantiasa menetapi sunah dan berpendirian bersamanya secara lahir dan batin, senantiasa merasa butuh kepada Allah, serta hanya mengharap wajah-Nya semata dalam perkataan dan perbuatan. Tidaklah seseorang sampai kepada Allah kecuali melalui tiga hal ini, dan tidaklah seseorang terputus dari-Nya kecuali karena terputusnya dia dari ketiganya atau dari salah satunya.”

Aku berkata: Ini adalah sebagian faedahnya dan masih banyak faedah-faedah lainnya. Barang siapa yang berpegang teguh pada sunah dengan benar, niscaya dia akan mendapati kebaikan di akhirat sebelum di dunia, serta akan diliputi oleh manfaat keagamaan dan keduniawian.

Imam Ibnu Hibban berkata dalam mukadimah Ash-Shahih6 (1/102), “Sesungguhnya dalam menetapi sunahnya terdapat keselamatan yang sempurna dan himpunan kemuliaan. Lentera-lenteranya tidak akan padam dan argumen-argumennya tidak dapat dipatahkan. Barang siapa yang menetapinya, niscaya akan terjaga, dan barang siapa yang menyelisihinya, niscaya akan menyesal. Karena ia adalah benteng yang kokoh dan sandaran kuat yang keutamaannya telah tampak jelas serta talinya sangat kuat. Barang siapa yang berpegang teguh dengannya, niscaya dia akan mulia, dan barang siapa yang mencari selainnya, niscaya akan binasa. Maka orang-orang yang bergantung padanya adalah penduduk kebahagiaan di akhirat, dan orang-orang yang dicemburui di antara manusia di dunia.” Selesai kutipan.

Imam Ibnu Qudamah—rahimahullah—berkata dalam Dzammu Al-Muwaswisin7 Halaman 41—dan alangkah banyaknya orang-orang yang tertimpa waswas terhadap sunah dan para pengikutnya—, “Dalam mengikuti sunah terdapat keberkahan berupa kesesuaian dengan syariat, rida Rab—subhanahu wa ta’ala—, pengangkatan derajat, ketenangan hati, kesehatan badan, membuat setan benci, dan meniti jalan yang lurus.”


Sumber: Min Tsamarat At-Tamassuk bis-Sunnah karya Syekh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah

Loading

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *