هل النية شرط لجواز الجمع؟
✍️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah
س: هل النية شرط لجواز الجمع؟ فكثيرًا ما يصلون المغرب بدون نية وبعد صلاة المغرب يتشاور الجماعة فيرون الجمع ثم يصلون العشاء؟
Pertanyaan: Apakah niat merupakan syarat sahnya jamak? Karena sering kali mereka melaksanakan salat Magrib tanpa niat (jamak), lalu setelah selesai salat Magrib, jemaah saling bermusyawarah dan mereka memandang untuk jamak, kemudian mereka melaksanakan salat Isya?
ج: اختلف العلماء في ذلك:
والراجح: أن النية ليست بشرط عند افتتاح الصلاة الأولى، بل يجوز الجمع بعد الفراغ من الأولى إذا وجد شرطه من خوف أو مرض أو مطر.1 نشرت في جريدة البلاد في العدد (10854) ليوم السبت 21 / 10 / 1414هـ. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 10/ 425).
Jawaban: Para ulama berbeda pendapat dalam masalah tersebut.
Pendapat yang kuat adalah bahwa niat bukan merupakan syarat pada saat memulai salat yang pertama, bahkan boleh melakukan jamak setelah selesai dari salat yang pertama apabila didapati syaratnya, berupa rasa takut, sakit, atau hujan.2 Diterbitkan di surat kabar Al-Bilad pada nomor 10854 untuk hari Sabtu, 21/10/1414 H. (Majmu‘ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz 10/425).
Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.
![]()
Be the first to leave a comment