Cara Memusnahkan Lembaran yang Berisi Tulisan Zikir kepada Allah

ismail  

كيفية التخلص من الأوراق التي فيها ذكر الله

🎙️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

السؤال: الرسالة الثانية في هذه الحلقة وردت من السائل (ع. ح. أ) من السودان الإقليم الأوسط، يقول في رسالته: أحياناً نجد آيات مكتوبة على ورق ملقاة في الأرض، وأحياناً نريد أن نستغني عن أوراق فيها بسملة أو آيات أخرى، فهل التمزيق يكفي، ثم بعد ذلك ترمى أم أنها تحرق أرشدونا ماذا نعمل؟

Pertanyaan: Surat kedua dalam episode ini datang dari penanya (A. H. A) dari Sudan, Wilayah Tengah. Ia bertanya dalam suratnya: “Terkadang kami menemukan ayat-ayat tertulis di kertas yang tergeletak di tanah, dan terkadang kami ingin membuang kertas yang berisi basmalah atau ayat-ayat lainnya. Apakah cukup dengan merobeknya saja kemudian dibuang ataukah harus dibakar? Mohon petunjuknya, apa yang harus kami lakukan?”

الجواب: الواجب إذا كانت هناك آيات في بعض الأوراق أو التسمية أو غير من ذلك مما فيه ذكر الله، الواجب أنه يحرق أو يدفن في أرض طيبة، أما إلقاؤه في القمامة أو في الأسواق هذا لا يجوز.

Jawaban: Wajib hukumnya apabila terdapat ayat-ayat pada sebagian lembaran, atau basmalah, atau yang lainnya dari tulisan-tulisan yang mengandung zikir kepada Allah, untuk dibakar atau dikubur di tanah yang bersih. Adapun membuangnya ke tempat sampah atau di pasar-pasar, maka ini tidak diperbolehkan.

المقدم: ولو مزق؟

Moderator: Walaupun sudah dirobek?

الشيخ: لأن فيه إهانة لأسماء الله وآياته، ولو مزق لأنه قد تبقى كلمة الجلالة أو الرحمن أو غيره من أسماء الله في بعض القطع، قد تبقى بعض الآيات في بعض القطع.

المقصود أن الواجب إما أن يحرق تحريقاً كاملاً وإما أن يدفن في أرض طيبة، مثل المصحف الذي تمزق وقل الانتفاع به يدفن في أرض طيبة أو يحرق أما إلقاء ذلك في القمامات أو في أسواق الناس أو في الأحواش هذا لا يجوز. نعم.

Syekh: (Tidak boleh), karena hal itu mengandung penghinaan terhadap nama-nama Allah dan ayat-ayat-Nya. Walaupun sudah dirobek, terkadang kata Allah, Ar-Rahman, atau nama-nama Allah lainnya masih tersisa pada sebagian potongan. Terkadang sebagian ayat juga masih tersisa pada sebagian potongan tersebut.

Maksudnya adalah yang wajib dilakukan adalah membakarnya dengan pembakaran yang sempurna atau menguburnya di tanah yang bersih. Seperti mushaf yang telah rusak dan sudah berkurang manfaatnya, ia dikubur di tanah yang bersih atau dibakar. Adapun membuang benda tersebut di tempat sampah, di pasar-pasar, atau di pelataran-pelataran rumah, maka ini tidak diperbolehkan. Naam.

المقدم: وبالنسبة إذا أحرق، هل هناك حرج من تطاير الرماد؟

Moderator: Terkait jika dibakar, apakah ada masalah dengan abu yang beterbangan?

الشيخ: لا ما يضر، لا، متى أحرق زال حكمه.

Syekh: Tidak, tidak mengapa. Jika sudah dibakar, maka hukumnya (sebagai ayat/nama Allah) telah hilang.

المقدم: بارك الله فيكم.

Moderator: Semoga Allah memberkahi Anda.

Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *