Hukum Bertasbih dengan Kedua Tangan (Kanan dan Kiri)

ismail  

حكم التسبيح باليدين اليمنى واليسرى

🎙️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

السؤال:

Pertanyaan:

بعد هذا رسالة وصلت إلى البرنامج من إحدى الأخوات المستمعات تقول: أختكم في الله ريما أختنا تسأل جمعًا من الأسئلة في أحدها تقول: يقال: إن التسبيح فقط باليد اليمنى، أما اليد اليسرى فلا يجوز، ما رأي سماحتكم؟

Berikutnya, sebuah surat sampai ke redaksi program ini dari salah seorang saudari pendengar. Ia mengatakan, “Saudari kalian fillah, Rima.” Saudari kita ini mengajukan beberapa pertanyaan, yang salah satunya ia menanyakan, “Ada yang mengatakan bahwa bertasbih itu hanya dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri tidak boleh. Bagaimana pendapat Yang Mulia?”

الجواب: الأمر واسع إذا سبح بهما؛ فلا بأس، وإن سبح باليمنى؛ فهو أفضل، يروى عنه ﷺ أنه كان يسبح باليمنى، تقول عائشة -رضي الله عنها-: “كان النبي ﷺ يعجبه التيمن في تنعله وترجله وطهوره وفي شأنه كله” فإذا سبح باليمنى كان أفضل، وإن سبح بهما؛ فلا حرج، قد ورد عنه ﷺ أنه قال لبعض النساء: يعقدن بالأنامل؛ فإنهن مسؤولات مستنطقات وهذا يعم اليدين جميعًا، فالأمر واسع في هذا والحمد لله، نعم.

Jawaban:

Perkara ini longgar. Jika ia bertasbih dengan kedua tangan, tidak mengapa. Namun, jika ia bertasbih dengan tangan kanan, hal itu lebih utama. Diriwayatkan dari Nabi Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwa beliau dahulu bertasbih dengan tangan kanan1 HR Abu Dawud nomor 1502. ‘Aisyah—radhiyallahu ‘anha—berkata, “Nabi —shallallahu ‘alaihi wa sallam—suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam setiap urusannya.”2 (HR Al-Bukhari nomor 168)

Oleh karena itu, jika ia bertasbih dengan tangan kanan, hal itu lebih utama. Namun, jika ia bertasbih dengan kedua tangan, tidak ada dosa. Sungguh telah ada riwayat dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwa beliau bersabda kepada sebagian wanita agar mereka menghitung zikir dengan jari-jemari karena sesungguhnya jari-jemari itu akan ditanya dan akan diminta untuk berbicara.3 (HR Abu Dawud nomor 1501). Hadis ini mencakup kedua tangan sekaligus. Jadi, perkara ini longgar dalam masalah ini. Alhamdulillah. Naam.

المقدم: جزاكم الله خيرًا.

Pembawa Acara: Jazakumullahu khairan.

Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.

Loading

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *