Adabul-Masyyi Ilash-Shalah

ismail  

📝 Syekh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (wafat 1206 H) rahimahullah

بَابُ آدَابِ الْمَشْيِ إِلَى الصَّلَاةِ

Bab Adab Berjalan Menuju Salat

يُسَنُّ الْخُرُوجُ إِلَيْهَا مُتَطَهِّرًا، بِخُشُوعٍ، لِقَوْلِهِ ﷺ: (إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَا يُشَبِّكَنَّ بَيْنَ أَصَابِعِهِ فَإِنَّهُ فِي صَلَاةٍ)

Disunahkan keluar menuju salat dalam keadaan suci dengan penuh khusyuk berdasarkan sabda Nabi Muhammad–shallallahu ‘alaihi wa sallam–: “Apabila salah seorang dari kalian berwudu lalu membaguskan wudunya, kemudian keluar dengan sengaja menuju masjid, maka janganlah ia menjalin jari-jemarinya (tasybik) karena ia sedang dalam keadaan salat.”

وَأَنْ يَقُولَ إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ – وَلَوْ لِغَيْرِ الصَّلَاةِ -: بِسْمِ اللهِ آمَنْتُ بِاللهِ، اعْتَصَمْتُ بِاللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

Dan hendaknya ia membaca ketika keluar dari rumahnya—walaupun bukan untuk salat—:

Bismillāhi āmantū billāhi, i’taṣamtū billāhi, tawakkaltū ‘alallāhi, wa lā haula wa lā quwwata illā billāh. Allāhumma innī a’ūżu bika an aḍilla, au uḍalla, au azilla, au uzalla, au aẓlima, au uẓlama, au ajhala, au yujhala ‘alayya.

(Dengan menyebut nama Allah, aku beriman kepada Allah, aku berlindung kepada Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat zalim atau dizalimi, atau dari bersikap bodoh atau diperlakukan bodoh).

وَأَنْ يَمْشِيَ إِلَيْهَا بِسَكِيْنَةٍ وَوَقَارٍ، لِقَوْلِهِ ﷺ: (وَإِذَا سَمِعْتُمُ الْإِقَامَةَ فَامْشُوْا وَعَلَيْكُمُ السَّكِيْنَةُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوْا وَمَا فَاتَكُمْ فَاقْضُوْا)

Dan hendaknya ia berjalan menuju salat dengan tenang dan berwibawa berdasarkan sabda Nabi Muhammad–shallallahu ‘alaihi wa sallam–: “Apabila kalian mendengar ikamah, maka berjalanlah dan hendaknya kalian bersikap tenang. Apa yang kalian dapati maka salatlah, dan apa yang terlewat maka sempurnakanlah.”

وَأَنْ يُقَارِبَ بَيْنَ خُطَاهُ

Dan hendaknya ia memendekkan langkah kakinya,

وَيَقُوْلُ: (اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ، وَبِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا، فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً، خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، أَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَنِي مِنَ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ)

serta membaca:

Allāhumma innī as’aluka biḥaqqi-ssā’ilīna ‘alaika, wa biḥaqqi mamšāya hāżā, fa innī lam akhruj asyaran wa lā baṭaran wa lā riyā’an wa lā sum‘atan, kharajtu-ttiqā’a sakhaṭika wabtigā’a marḍātika, as’aluka an tunqiżanī minan-nāri wa an taghfira lī żunūbī jamī‘an innahū lā yaghfiru-żżunūba illā anta.

(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan hak orang-orang yang memohon kepada-Mu dan dengan hak perjalananku ini, karena sesungguhnya aku tidak keluar untuk kejahatan, kesombongan, ria, maupun sumah. Aku keluar karena takut akan murka-Mu dan mengharap rida-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar Engkau menyelamatkanku dari api neraka dan mengampuni dosa-dosaku semuanya, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau). 

وَيَقُوْلُ: (اللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي لِسَانِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا، وَعَنْ يَمِينِي نُورًا، وَعَنْ شِمَالِي نُورًا، وَفَوْقِي نُورًا، وَتَحْتِي نُورًا، اللّٰهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا)

Ia juga membaca:

Allāhummaj’al fī qalbī nūrā, wa fī lisānī nūrā, waj’al fī baṣarī nūrā, wa ‘an yamīnī nūrā, wa ‘an syimālī nūrā, wa fawqī nūrā, wa taḥtī nūrā, Allāhumma a‘ṭinī nūrā.

(Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya pada lisanku, jadikanlah cahaya pada penglihatanku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, dan cahaya di bawahku. Ya Allah, berikanlah cahaya kepadaku).

فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ اسْتُحِبَّ لَهُ أَنْ يُقَدِّمَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى وَيَقُولُ: بِسْمِ اللهِ، أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَبِسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ، وَعِنْدَ خُرُوجِهِ يُقَدِّمُ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَيَقُوْلُ: …وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

Apabila ia masuk ke dalam masjid, dianjurkan baginya untuk mendahulukan kaki kanan dan membaca:

Bismillāh, a‘ūżu billāhil-‘aẓīm, wa biwajhihil-karīm, wa bisulṭānihil-qadīm, minasy-syaiṭānir-rajīm, Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad, Allāhummagfir lī żunūbī waftaḥ lī abwāba raḥmatik.

(Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia, dan kekuasaan-Nya yang qadim dari setan yang terkutuk. Ya Allah, berilah selawat kepada Muhammad. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu).

Dan ketika keluar, ia mendahulukan kaki kiri dan membaca:

… waftaḥ lī abwāba faḍlik.

(… dan bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-Mu).

وَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ لِقَوْلِهِ ﷺ: (إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ)

Apabila ia masuk ke dalam masjid, maka janganlah ia duduk sampai ia mengerjakan salat dua rakaat berdasarkan sabda Nabi Muhammad–shallallahu ‘alaihi wa sallam–: “Apabila salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid, janganlah ia duduk sampai ia mengerjakan salat dua rakaat.” 

وَيَشْتَغِلُ بِذِكْرِ اللهِ أَوْ يَسْكُتُ، وَلَا يَخُوضُ فِي حَدِيثِ الدُّنْيَا، فَمَا دَامَ كَذَلِكَ فَهُوَ فِي صَلَاةٍ، وَالْمَلَائِكَةُ تَسْتَغْفِرُ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ أَوْ يُحْدِثْ.

Dan ia menyibukkan diri dengan zikir kepada Allah atau diam, serta tidak terjun dalam pembicaraan dunia. Selama ia dalam keadaan demikian, maka ia dianggap sedang dalam keadaan salat dan malaikat memohonkan ampun untuknya selama ia tidak mengganggu atau berhadas.

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *