Penjelasan Cara Menanggapi Pertanyaan Orang-Orang Kafir tentang Siapa yang Menciptakan Allah

ismail  

بيان كيفية الرد على أسئلة الكفار عمن خلق الله

🎙 Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

السؤال:

Pertanyaan:

نفيدكم أن بعض المبتعثين سئل مرة عن حاله، فقال: الحمد لله لا يوجد عندنا أي إشكال إلا ما نواجهه من أسئلة الكفار، ومن ذلك قولهم: الله الذي خلق كل شيء، فمن خلق الله؟ فماذا نرد عليهم، وما توجهون به هذا الطالب؟

Kami menginformasikan kepada Anda bahwa salah satu pelajar yang dikirim pernah suatu dikali ditanya keadaannya, lalu dia berkata: Alhamdulillah, kami tidak memiliki masalah yang sulit, kecuali pertanyaan-pertanyaan yang kami dapatkan dari orang-orang kafir. Di antaranya adalah pertanyaan mereka: Allah yang menciptakan segala sesuatu, lalu siapa yang menciptakan Allah? Jawaban apa yang bisa kami sampaikan kepada mereka? Apa arahan Anda untuk pelajar ini?

الجواب:

Jawaban:

هذا وقع من عهد طويل، من عهد الصحابة، يقول النبي ﷺ عن الله : إن أمتك سوف يتساءلون، فيقولون: هذا الله خلق كل شيء، فمن خلق الله؟!

Pertanyaan ini sudah muncul sejak lama, sejak zaman sahabat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dari Allah: Sesungguhnya umatmu kelak akan saling bertanya. Mereka berkata, “Allah menciptakan segala sesuatu, lalu siapa yang menciptakan Allah?”1 (HR Al-Bukhari 7296).

وفي لفظ يقول النبي ﷺ: إنه سيقع من الأمة من يتساءلون، فيقولون: هذا الله خلق كل شيء، خلق كذا، وخلق كذا، فمن خلق الله؟ فمن وجد ذلك؛ فليستعذ بالله، ولينته

Dalam lafaz yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Sesungguhnya sebagian umat ini akan saling bertanya. Mereka berkata: Allah menciptakan segala sesuatu. Allah menciptakan ini dan itu, lalu siapa yang menciptakan Allah?

Siapa saja yang mendapati pertanyaan itu, mintalah perlindungan kepada Allah dan berhentilah (membahasnya).2 (HR Al-Bukhari nomor 3276).

وفي رواية: من وجد ذلك؛ فليقل آمنت بالله، ورسله هذا واقع من عهد الصحابة، حتى قال أبو هريرة: كنت في بعض المسجد، فسألني سائل عن ذلك فقلت: صدق رسول الله، صدق رسول الله.

Dalam riwayat lain: Barang siapa mendapati pertanyaan itu, ucapkan: Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.

Masalah ini sudah muncul di masa sahabat, sampai Abu Hurairah berkata: Aku pernah di salah satu masjid, lalu ada yang menanyakan hal itu kepadaku, lantas aku berkata, “Rasulullah telah benar. Rasulullah telah benar.”3 (HR Muslim nomor 135).

فالمقصود: أن الناس قد يقعون في هذا التساؤل الخبيث، فالواجب في الإجابة أن يقول المسؤول: آمنت بالله ورسله، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، ولينته عند هذا،

Maksud saya, pertanyaan yang jelek ini sering muncul di tengah-tengah masyarakat. Wajib bagi yang ditanya untuk menjawab dengan ucapan: Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Lalu dia berhenti membahas ini.

فإن الله خالق كل شيء هو الخالق العظيم، ومن سواه مخلوق، فهذا السؤال باطل، أملاه الشيطان، فيجب على من سئل عن هذا أن يقول: آمنت بالله، ورسله، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم،

Karena Allah pencipta segala sesuatu. Dia adalah Maha Pencipta lagi Maha Agung. Siapa saja selain Dia adalah makhluk.

Pertanyaan ini adalah pertanyaan batil yang dilontarkan oleh setan. Wajib bagi yang ditanyai pertanyaan ini untuk mengucapkan: Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

هكذا علم الأمة النبي -عليه الصلاة والسلام- إذا سئلوا عن مثل هذا السؤال.

Demikianlah Nabi ‘alaihish shalatu was salam mengajari umat ketika ditanyai dengan pertanyaan semisal ini.

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/2188/%D8%A8%D9%8A%D8%A7%D9%86-%D9%83%D9%8A%D9%81%D9%8A%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%AF-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%A7%D8%B3%D9%89%D9%84%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D9%83%D9%81%D8%A7%D8%B1-%D8%B9%D9%85%D9%86-%D8%AE%D9%84%D9%82-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *