Mengqasar dan Menjamak Salat bagi Musafir di Dalam Kota

ismail  

قصر الصلاة وجمعها للمسافر داخل المدينة

✍️ Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz (wafat 1420 H) rahimahullah

س: نحن ثلاثة أشخاص سافرنا من الرياض إلى القصيم لقضاء يومي الخميس والجمعة هناك، فهل نقصر الصلاة ونجمعها وهل تلزمنا الصلاة مع الجماعة في المسجد؟

Pertanyaan: Kami bertiga melakukan perjalanan dari Riyadh ke Qasim untuk menghabiskan hari Kamis dan Jumat di sana. Apakah kami boleh mengqasar salat dan menjamaknya? Apakah kami wajib salat berjemaah di masjid?

ج: يشرع لكم قصر الصلاة الرباعية، أما المغرب والفجر فلا قصر فيهما ولا تلزمكم الصلاة في المساجد مع المقيمين، فإن صليتم معهم فعليكم أن تصلوا أربعًا؛ لأن السنة الثابتة عن النبي ﷺ قد دلت على أن المسافر إذا صلى خلف المقيم فإنه يصلي أربعًا، وعليكم أن تصلوا مع المقيمين في المساجد صلاة المغرب والفجر، لأنه لا قصر فيهما، ولعموم قول النبي ﷺ: من سمع النداء فلم يأته فلا صلاة له إلا من عذر أخرجه ابن ماجة والدارقطني وصححه ابن حبان والحاكم وإسناده على شرط مسلم.

وقوله ﷺ لابن أم مكتوم لما قال: يا رسول الله، ليس لي قائد يقودني إلى المسجد فهل لي من رخصة أن أصلي في بيتي؟ قال: هل تسمع النداء بالصلاة؟ قال: نعم. قال: فأجب أخرجه الإمام مسلم في صحيحه.

ويجوز لكم الجمع بين الصلاتين، الظهر والعصر، والمغرب والعشاء لأنكم مسافرون ولكن تركه أفضل لكونكم مقيمين، وإن صليتم مع الجماعة في المساجد فلعله أفضل وأكثر أجرًا. وبالله التوفيق.1نشرت في (المجلة العربية) في شوال 1412هـ. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 12/ 296).

Jawaban: Diperbolehkan bagi kalian untuk mengqasar salat yang empat rakaat, sedangkan salat Magrib dan Subuh tidak ada qasar. Tidak wajib bagi kalian salat di masjid bersama penduduk setempat. Jika kalian salat bersama mereka, maka kalian harus salat empat rakaat, karena sunah yang sah dari Nabi ﷺ menunjukkan bahwa musafir jika salat di belakang imam yang mukim, maka ia salat empat rakaat.

Wajib bagi kalian salat Magrib dan Subuh bersama penduduk setempat di masjid, karena tidak ada qasar pada kedua salat tersebut, dan berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa yang mendengar azan, lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada salat baginya, kecuali karena uzur.” (HR. Ibnu Majah, Ad-Daruquthni, dan dinilai sahih oleh Ibnu Hibban dan Hakim, dengan sanad yang sesuai dengan syarat Muslim).

Dan sabda Nabi ﷺ kepada Ibnu Umu Maktum ketika ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki penuntun yang menuntunku ke masjid, apakah aku boleh salat di rumah?”

Nabi ﷺ bertanya, “Apakah kamu mendengar azan salat?”

Ia menjawab, “Ya.”

Nabi ﷺ bersabda, “Maka, penuhilah (panggilan azan).” (HR. Muslim2 nomor 653).

Boleh bagi kalian menjamak antara dua salat, yaitu Zuhur dan Asar, serta Magrib dan Isya, karena kalian musafir. Namun, meninggalkannya lebih baik karena kalian sedang bermukim. Jika kalian salat berjemaah di masjid, maka itu lebih baik dan lebih besar pahalanya. Wallahu a’lam.

Diterbitkan di Majalah Arab, Sya’ban 1412 H. (Majmu’ Fatwa wa Maqalat Syekh Ibnu Baz, 12/296).

Sumber fatwa: Situs resmi Syekh Ibnu Baz.

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *