Petikan Faedah Indah dari Kisah Nabi Yusuf yang Penuh Ibrah

ismail  

الۡفَصۡلُ التَّاسِعُ

Bab Kesembilan

إِذَا قِيلَ: كَيۡفَ خَفِيَ مَوۡضِعُ يُوسُفَ عَلَى يَعۡقُوبَ وَمَا بَيۡنَهُ إِلَّا مَسَافَةٌ قَلِيلَةٌ مَعَ طُولِ المُدَّةِ وَقُوَّةِ الدَّاعِي المُلِحِّ، وَعِلۡمِهِ أَنَّهُ عَلَى الوُجُودِ وَحِرۡصِهِ الشَّدِيدِ عَلَى لِقَائِهِ؟

Jika ada yang bertanya: Bagaimana bisa keberadaan Yusuf tidak diketahui oleh Yakub, padahal jarak antara keduanya hanya dekat, kurun waktunya sangat lama, dorongan hati untuk mencarinya sangat kuat, serta keyakinan Yakub bahwa Yusuf masih hidup dan keinginannya yang sangat besar untuk bertemu dengannya?

فَالۡجَوَابُ: لَيۡسَ ذٰلِكَ بِغَرِيبٍ عَلَى قُدۡرَةِ اللهِ، فَإِنَّ الۡأَسۡبَابَ وَإِنۡ قَوِيَتۡ جِدًّا لَا خُرُوۡجَ لَهَا عَنۡ قَضَاءِ اللهِ وَقَدَرِهِ. فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى أَرَادَ أَلَّا يَحۡصُلَ الِاجۡتِمَاعُ إِلَّا فِي الۡوَقۡتِ الَّذِي أَجَّلَهُ، وَالۡحَالَةِ الَّتِي أَرَادَهَا، لِمَا لَهُ فِي ذٰلِكَ مِنَ الۡحِكَمِ الۡعَظِيمَةِ، وَمَتَى أَرَادَ اللهُ شَيۡئًا فِي وَقۡتٍ مَخۡصُوصٍ قَدَّرَ مِنَ الۡأَسۡبَابِ الۡحِسِّيَّةِ أَوِ الۡمَعۡنَوِيَّةِ مَا يَمۡنَعُ حُصُولَهُ قَبۡلَ مِيقَاتِهِ، كَمَا يُقَدِّرُ مِنَ الۡأَسۡبَابِ مَا يَحۡصُلُ بِهِ مَا أَرَادَهُ، فَالۡأَسۡبَابُ بِيَدِ العَزِيزِ الۡحَكِيمِ. وَلَيۡسَ هٰذَا بِأَغۡرَبَ مِنۡ قَضِيَّةِ بَنِي إِسۡرَائِيلَ فِي التِّيهِ وَهُمۡ أُمَّةٌ عَظِيمَةٌ، وَالتِّيهُ مَسَافَةٌ قَصِيرَةٌ وَهُمۡ بَيۡنَ أَظۡهُرِي قُرًى وَمُدُنٍ كَثِيرَةٍ، وَالمُدَّةُ أَرۡبَعُونَ سَنَةً لَمۡ يَهۡتَدُوا طَرِيقًا إِلَى مَقۡصَدِهِمۡ، وَلَمۡ يَتَيَسَّرۡ لَهُمۡ مَنۡ يُرۡشِدُهُمۡ إِلَى قَصۡدِهِمۡ.

Jawabannya: Hal itu tidaklah aneh bagi kekuasaan Allah. Sebab, betapapun kuatnya sebab-sebab, semua itu tidak akan pernah keluar dari ketetapan dan takdir Allah. Sesungguhnya Allah taala berkehendak agar pertemuan tersebut tidak terjadi kecuali pada waktu yang telah ditentukan-Nya dan dalam keadaan yang dikehendaki-Nya, karena terdapat hikmah yang sangat besar di dalamnya. Apabila Allah menghendaki sesuatu pada waktu tertentu, Dia akan menetapkan sebab-sebab fisik maupun nonfisik yang menghalangi terjadinya hal itu sebelum waktunya, sebagaimana Dia juga menetapkan sebab-sebab yang mewujudkan apa yang dikehendaki-Nya. Segala sebab berada di tangan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Hal ini tidak lebih aneh daripada peristiwa Bani Israil (tersesat) di padang Tih, padahal mereka adalah kaum yang besar dan kawasan Tih itu sendiri jaraknya pendek serta berada di antara banyak desa dan kota. Namun, selama empat puluh tahun mereka tidak menemukan jalan menuju tujuan mereka dan tidak ada seorang pun yang menuntun mereka.

وَكَذٰلِكَ أَصۡحَابُ الۡكَهۡفِ مَكَثُوا فِي كَهۡفِهِمۡ ثَلَاثَمِائَةٍ وَتِسۡعَ سِنِينَ وَهُمۡ فِي غَارٍ قَرِيبٍ مِنۡ مَدِينَةٍ عَظِيمَةٍ، لَمۡ يَصِلۡ إِلَيۡهِمۡ أَحَدٌ فِي هٰذِهِ الۡمُدَّةِ الطَّوِيلَةِ لِأَمۡرٍ يُرِيدُهُ اللهُ.

Demikian pula Ashabulkahfi (penghuni gua), mereka tinggal di dalam gua selama tiga ratus sembilan tahun, padahal mereka berada di gua yang dekat dengan kota besar. Namun, tidak ada seorang pun yang sampai ke tempat mereka selama rentang waktu yang panjang tersebut karena suatu urusan yang dikehendaki Allah.

فَهٰذِهِ الۡأُمُورُ وَمَا أَشۡبَهَهَا دَلِيلٌ عَلَى كَمَالِ قُدۡرَةِ اللهِ وَحِكۡمَتِهِ، مَعَ أَنَّ يُوسُفَ ﷺ بَقِيَ مُدَّةً اللهُ أَعۡلَمُ بِهَا وَهُوَ فِي بَيۡتِ الۡعَزِيزِ، ثُمَّ مُدَّةً وَهُوَ فِي السِّجۡنِ، ثُمَّ تَرَقَّى إِلَى تَدۡبِيرِ الۡمُلۡكِ، وَلَمۡ يَخۡطُرۡ بِبَالِ أَحَدٍ أَنۡ يَنۡتَقِلَ مِنَ الرِّقِّ وَالسِّجۡنِ إِلَى المُلۡكِ العَظِيمِ.

Peristiwa-peristiwa ini dan yang serupa dengannya merupakan bukti atas kesempurnaan kekuasaan dan hikmah Allah. Ditambah lagi, Yusuf—shallallahu ‘alaihi wa sallam—tinggal selama beberapa waktu yang hanya Allah yang mengetahuinya di rumah Pembesar, kemudian beberapa waktu di dalam penjara, lalu naik kedudukan hingga mengurus kerajaan. Tidak pernah terlintas di pikiran siapa pun bahwa seseorang bisa berpindah dari status budak dan tahanan menjadi pejabat kerajaan yang agung.

ثُمَّ إِنَّهُ وَقۡتَ تَوَلِّيهِ يَغۡلِبُ عَلَى الظَّنِّ أَنَّهُ اشۡتَهَرَ عِنۡدَ النَّاسِ بِاسۡمِ المَنۡصِبِ وَالۡوَزِيرِ لِلۡمَلِكِ، وَلَا يَكَادُ أَحَدٌ يَعۡرِفُ اسۡمَهُ كَمَا هُوَ الۡغَالِبُ عَلَى الۡمُلُوكِ وَأَشۡبَاهِهِمۡ، وَلِهٰذَا تَرَدَّدَ إِخۡوَتُهُ عَلَيۡهِ فَعَرَفَهُمۡ، وَهُمۡ لَا يَعۡرِفُونَهُ لِمَا هُوَ فِيهِ مِنۡ بَهۡجَةِ الۡوِلَايَةِ. وَأَيۡضًا قَدۡ فَارَقُوهُ وَهُوَ صَغِيرٌ، وَلَمۡ يَرَوۡهُ إِلَّا بَعۡدَ مَا كَبُرَ، وَمَعۡلُومٌ أَنَّ أَوۡصَافَ الۡإِنۡسَانِ تَتَغَيَّرُ إِذَا وَصَلَ إِلَى سِنِّ الۡكُهُولَةِ، وَاللهُ أَعۡلَمُ.

Kemudian, pada saat beliau menjabat, kemungkinan besar beliau lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan gelarnya atau sebagai menteri raja, dan hampir tidak ada yang mengetahui nama aslinya sebagaimana umumnya para raja dan pejabat. Oleh karena itu, ketika saudara-saudaranya datang bolak-balik kepadanya, beliau mengenali mereka sedangkan mereka tidak mengenali beliau karena keagungan kedudukan pemerintahan yang disandangnya. Selain itu, mereka berpisah dengannya sewaktu beliau masih kecil dan baru melihatnya lagi setelah dewasa. Sebagaimana diketahui, fisik seseorang akan berubah ketika memasuki usia paruh baya. Wallahualam.

هٰذَا مِنۡ جِهَةِ يَعۡقُوبَ وَأَوۡلَادِهِ، أَمَّا مِنۡ جِهَةِ يُوسُفَ فَإِنَّهُ قَدۡ عَلِمَ وَقَصَدَ التَّأۡخِيرَ لِيَبۡلُغَ الكِتَابُ أَجَلَهُ، وَلِهٰذَا تَرَدَّدَ عَلَيۡهِ إِخۡوَتُهُ وَقَدۡ عَرَفَهُمۡ وَلَمۡ يُعَرِّفۡهُمۡ بِنَفۡسِهِ وَلَمۡ يَسۡتَدۡعِ أَبَوَيۡهِ وَأَهۡلَهُ إِلَّا فِي نِهَايَةِ الۡأَمۡرِ.

Hal ini dilihat dari sudut pandang Yakub dan anak-anaknya. Adapun dari sudut pandang Yusuf, beliau telah mengetahui dan sengaja menunda pertemuan sampai tiba waktu yang telah ditentukan Allah. Oleh karena itu, ketika saudara-saudaranya bolak-balik mengunjunginya, beliau mengenali mereka namun tidak memperkenalkan dirinya, serta tidak langsung memanggil kedua orang tua dan keluarganya kecuali di akhir kisah.

Loading

Be the first to leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *