فَإِنۡ صَلَّى مَعَهُمۡ نِسَاءٌ انۡصَرَفَ النِّسَاءُ، وَثَبَتَ الرِّجَالُ قَلِيلًا، لِئَلَّا يُدۡرِكُوا مَنۡ انۡصَرَفَ مِنۡهُنَّ.
Jika para wanita ikut salat bersama mereka, para wanita tersebut bubar (beranjak) terlebih dahulu dan para lelaki berdiam sejenak agar mereka tidak berpapasan dengan wanita yang bubar tersebut.
وَيُسَنُّ ذِكۡرُ اللهِ وَالدُّعَاءُ وَالِاسۡتِغۡفَارُ عَقِبَ الصَّلَاةِ، فَيَقُولُ: (أَسۡتَغۡفِرُ اللهَ ثَلَاثًا، ثُمَّ يَقُولُ: (اللّٰهُمَّ أَنۡتَ السَّلَامُ، وَمِنۡكَ السَّلَامُ، تَبَارَكۡتَ يَا ذَا الۡجَلَالِ وَالۡإِكۡرَامِ)، (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الۡمُلۡكُ وَلَهُ الۡحَمۡدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيۡءٍ قَدِيرٌ)، (لَا حَوۡلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ)، (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعۡبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النِّعۡمَةُ وَلَهُ الۡفَضۡلُ، وَلَهُ الثَّنَاءُ الۡحَسَنُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوۡ كَرِهَ الۡكَافِرُونَ)، (اللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعۡطَيۡتَ، وَلَا مُعۡطِيَ لِمَا مَنَعۡتَ، وَلَا يَنۡفَعُ ذَا الۡجَدِّ مِنۡكَ الۡجَدُّ).
Disunahkan berzikir kepada Allah, berdoa, serta beristigfar seusai salat, lalu ia mengucapkan: “Astagfirullāh (Aku memohon ampunan kepada Allah)” sebanyak tiga kali, kemudian mengucapkan: “Allāhumma antas-salām wa minkas-salām, tabārakta yā żal-jalāli wal-ikrām. Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. Lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāh, lahun-ni‘matu wa lahul-faḍlu wa lahuṡ-ṡanā’ul-ḥasan. Lā ilāha illallāhu mukhliṣīna lahud-dīna wa lau karihal-kāfirūn. Allāhumma lā māni‘a limā a‘ṭaita wa lā mu‘ṭiya limā mana‘ta wa lā yanfa‘u żal-jaddi minkal-jadd (Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (yang suci dari aib dan kekurangan) dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Zat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya, milik-Nya segala kenikmatan, milik-Nya segala karunia, dan milik-Nya pujian yang baik. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dengan memurnikan agama bagi-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Ya Allah, tidak ada penahan bagi apa yang Engkau berikan, tidak ada pemberi bagi apa yang Engkau tahan, dan tidaklah bermanfaat kedudukan bagi orang yang memilikinya dari hukuman-Mu).”
ثُمَّ يُسَبِّحُ وَيَحۡمَدُ وَيُكَبِّرُ، كُلَّ وَاحِدَةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَيَقُولُ تَمَامَ الۡمِائَةِ: (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الۡمُلۡكُ وَلَهُ الۡحَمۡدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيۡءٍ قَدِيرٌ)، وَيَقُولُ بَعۡدَ صَلَاةِ الۡفَجۡرِ وَصَلَاةِ الۡمَغۡرِبِ قَبۡلَ أَنۡ يُكَلِّمَ أَحَدًا مِنَ النَّاسِ: (اللّٰهُمَّ أَجِرۡنِي مِنَ النَّارِ) سَبۡعَ مَرَّاتٍ.
Kemudian ia bertasbih, bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak tiga puluh tiga kali, lalu mengucapkan penyempurna hitungan seratus: “Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).” Dan ia mengucapkan setelah salat Subuh dan salat Magrib sebelum berbicara dengan seorang pun dari manusia: “Allāhumma ajirnī minan-nār (Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka)” sebanyak tujuh kali.
![]()