Latest Posts

Lima Susuan yang Menyebabkan Hubungan Mahram

20 Agustus 2018
/ / /

Al-Imam Muhammad bin ‘Ali Asy-Syaukani rahimahullah dalam kitab Ad-Durarul Bahiyyah berkata:

إِنَّمَا يَثۡبُتُ حُكۡمُهُ بِخَمۡسِ رَضَعَاتٍ.

Susuan yang menyebabkan hukum mahram hanyalah dengan lima susuan.

أَقُولُ: أَمَّا كَوۡنُ الرَّضَاعِ لَا يَثۡبُتُ حُكۡمُهُ إِلَّا بِخَمۡسِ رَضَعَاتٍ، فَلِحَدِيثِ عَائِشَةَ عِنۡدَ مُسۡلِمٍ وَغَيۡرِهِ أَنَّهَا قَالَتۡ: (كَانَ فِيمَا أُنۡزِلَ مِنَ الۡقُرۡآنِ عَشۡرُ رَضَعَاتٍ مَعۡلُومَاتٍ يُحَرِّمۡنَ ثُمَّ نُسِخَ بِخَمۡسِ رَضَعَاتٍ، فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَهِيَ فِيمَا يُقۡرَأُ مِنَ الۡقُرۡآنِ).

Aku (Al-Imam Muhammad bin ‘Ali Asy-Syaukani rahimahullah dalam kitab Ad-Dararil Mudhiyyah) berkata: Susuan yang menyebabkan hukum mahram hanyalah dengan lima susuan berdasarkan hadis ‘Aisyah riwayat Imam Muslim dan selain beliau, bahwa beliau mengatakan: Dahulu, di antara ayat Alquran yang telah diturunkan adalah sepuluh susuan yang diketahui yang dapat menyebabkan hubungan mahram. Kemudian dinasakh dengan lima susuan. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dalam keadaan masih ada yang membaca itu sebagai bagian Alquran.[1]

وَلِلۡحَدِيثِ طُرُقٌ ثَابِتَةٌ فِي الصَّحِيحِ؛ وَلَا يُخَالِفُهُ حَدِيثُ عَائِشَةَ؛ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (لَا تُحَرِّمُ الۡمَصَّةُ وَلَا الۡمَصَّتَانِ) أَخۡرَجَهُ مُسۡلِمٌ وَأَحۡمَدُ وَأَهۡلُ السُّنَنِ.

Hadis ini memiliki banyak jalur yang sabit dalam kitab Shahih. Hadis ini tidak diselisihi oleh hadis ‘Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu atau dua isapan susuan tidak menyebabkan hubungan mahram.”[2] Hadis ini dikeluarkan oleh Muslim, Ahmad, dan para penulis kitab Sunan.

وَكَذٰلِكَ حَدِيثُ أُمِّ الۡفَضۡلِ عِنۡدَ مُسۡلِمٍ رَحِمَهُ اللهُ وَغَيۡرِهِ؛ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (لَا تُحَرِّمُ الرَّضۡعَةُ وَالرَّضۡعَتَانِ، وَالۡمَصَّةُ وَالۡمَصَّتَانِ، وَالۡإِمۡلَاجَةُ وَالۡإِمۡلَاجَتَانِ).

Demikian pula tidak diselisihi oleh hadis Ummu Al-Fadhl riwayat Muslim rahimahullah dan selain beliau; Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu atau dua susuan, satu atau dua isapan, satu atau dua tetekan tidak menyebabkan hubungan mahram.”[3]

وَأَخۡرَجَ نَحۡوَهُ أَحۡمَدُ، وَالنَّسَائِيُّ، وَالتِّرۡمِذِيُّ مِنۡ حَدِيثِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ لِأَنَّ غَايَةَ مَا فِي هَٰذِهِ الۡأَحَادِيثِ أَنَّ الۡمَصَّةَ وَالۡمَصَّتَيۡنِ، وَالرَّضۡعَةَ وَالرَّضۡعَتَيۡنِ، وَالۡإِمۡلَاجَةَ وَالۡإِمۡلَاجَتَيۡنِ لَا يُحَرِّمۡنَ وَهَٰذَا هُوَ مَعۡنَى الۡأَحَادِيثِ مَنۡطُوقًا. وَهُوَ لَا يُخَالِفُ حَدِيثَ الۡخَمۡسِ الرَّضَعَاتِ لِأَنَّهَا تَدُلُّ عَلَى أَنَّ مَا دُونَ الۡخَمۡسِ لَا يُحَرِّمۡنَ.

Ahmad, An-Nasa`i, dan At-Tirmidzi juga mengeluarkan riwayat semisal hadis tersebut dari hadis ‘Abdullah bin Az-Zubair. Karena puncak kandungan hadis-hadis ini adalah bahwa satu atau dua isapan, satu atau dua susuan, satu atau dua tetekan tidaklah menyebabkan hubungan mahram. Ini adalah makna eksplisit dari hadis-hadis itu. Dan makna itu tidak menyelisih hadis lima susuan, karena hadis itu menunjukkan bahwa susuan kurang dari lima tidaklah menyebabkan hubungan mahram.

وَأَمَّا مَعۡنَى هَٰذِهِ الۡأَحَادِيثِ مَفۡهُومًا، وَهُوَ أَنۡ يُحَرِّمَ مَا زَادَ عَلَى الرَّضۡعَةِ وَالرَّضۡعَتَيۡنِ فَهُوَ مَدۡفُوعٌ لِحَدِيثِ الۡخَمۡسِ وَهِيَ مُشۡتَمِلَةٌ عَلَى زِيَادَةٍ، فَوَجَبَ قَبُولُهَا وَالۡعَمَلُ بِهَا وَلَا سِيَّمَا عِنۡدَ قَوۡلِ مَنۡ يَقُولُ: إِنَّ بِنَاءَ الۡفِعۡلِ عَلَى الۡمُنَكَّرِ يُفِيدُ التَّخۡصِيصَ، وَالرَّضۡعَةُ هِيَ أَنۡ يَأۡخُذَ الصَّبِيُّ الثَّدۡيَ فَيَمۡتَصُّ مِنۡهُ ثُمَّ يَسۡتَمِرُّ عَلَى ذٰلِكَ حَتَّى يَتۡرُكَهُ بِاخۡتِيَارِهِ لِغَيۡرِ عَارِضٍ.

Adapun makna tersirat dari hadis-hadis ini, yaitu bahwa susuan yang lebih dari satu atau dua dapat menyebabkan hubungan mahram, maka makna ini tertolak berdasarkan hadis lima susuan. Hadis lima susuan ini mencakup adanya tambahan makna, sehingga wajib menerimanya dan mengamalkannya. Terlebih menurut pendapat orang yang berkata: Sesungguhnya susunan fiil kepada kata nakirah memberikan faedah pengkhususan.

Menyusu adalah peristiwa mulut si bayi mengambil puting payudara lalu mengisapnya. Kemudian dia terus demikian sampai melepasnya dengan kemauannya sendiri tanpa ada paksaan.

وَقَدۡ ذَهَبَ إِلَى اعۡتِبَارِ الۡخَمۡسِ ابۡنُ مَسۡعُودٍ، وَعَائِشَةُ، وَعَبۡدُ اللهِ بۡنُ الزُّبَيۡرِ، وَعَطَاءٌ، وَطَاوُسٌ، وَسَعِيدُ بۡنُ جُبَيۡرٍ، وَعُرۡوَةُ بۡنُ الزُّبَيۡرِ، وَاللَّيۡثُ بۡنُ سَعۡدٍ، وَالشَّافِعِيُّ، وَأَحۡمَدُ وَإِسۡحَاقُ وَابۡنُ حَزۡمٍ، وَجَمَاعَةٌ مِنۡ أَهۡلِ الۡعِلۡمِ، وَقَدۡ رُوِيَ ذٰلِكَ عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ أَبِي طَالِبٍ.

Yang berpendapat dianggapnya lima susuan adalah Ibnu Mas’ud, ‘Aisyah, ‘Abdullah bin Az-Zubair, ‘Atha`, Thawus, Sa’id bin Jubair, ‘Urwah bin Az-Zubair, Al-Laits bin Sa’d, Asy-Syafi’i, Ahmad, Ishaq, Ibnu Hazm, dan sekelompok ulama. Hal itu juga telah diriwayatkan dari ‘Ali bin Abu Thalib.

وَذَهَبَ الۡجُمۡهُورُ إِلَى أَنَّ الرَّضَاعَ الۡوَاصِلَ إِلَى الۡجَوۡفِ يَقۡتَضِي التَّحۡرِيمَ وَإِنۡ قَلَّ.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa susuan yang sampai ke perut mengakibatkan hubungan mahram, walaupun susuan itu sedikit.


[1] HR. Muslim nomor 1452, Abu Dawud nomor 2062, dan At-Tirmidzi nomor 1150.

[2] HR. Muslim nomor 1450, Abu Dawud nomor 2063, At-Tirmidzi nomor 1150, An-Nasa`i nomor 3310, dan Ibnu Majah nomor 1941.

[3] HR. Muslim nomor 1451 dan An-Nasa`i nomor 3308.

Read More

Waktu Seorang Insan adalah Umurnya

9 April 2018
/ / /

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata di dalam kitab Al-Jawab Al-Kafi,

فَوَقۡتُ الۡإِنۡسَانِ هُوَ عُمۡرُهُ فِي الۡحَقِيقَةِ، وَهُوَ مَادَّةُ حَيَاتِهِ الۡأَبَدِيَّةِ فِي النَّعِيمِ الۡمُقِيمِ، وَمَادَّةُ مَعِيشَتِهِ الضَّنۡكِ فِي الۡعَذَابِ الۡأَلِيمِ، وَهُوَ يَمُرُّ أَسۡرَعَ مِنَ السَّحَابِ؛ فَمَا كَانَ مِنۡ وَقۡتِهِ لِلهِ وَبِاللهِ فَهُوَ حَيَاتُهُ وَعُمۡرُهُ، وَغَيۡرُ ذٰلِكَ لَيۡسَ مَحۡسُوبًا مِنۡ حَيَاتِهِ وَإِنۡ عَاشَ فِيهِ عَاشَ عَيۡشَ الۡبَهَائِمِ، فَإِذَا قَطَعَ وَقۡتَهُ فِي الۡغَفۡلَةِ وَالسَّهۡوِ وَالۡأَمَانِي الۡبَاطِلَةِ وَكَانَ خَيۡرَ مَا قَطَعَهُ بِهِ النَّوۡمُ وَالۡبَطَالَةُ؛ فَمَوۡتُ هَٰذَا خَيۡرٌ مِنۡ حَيَاتِهِ.

Hakikat waktu seorang insan adalah umurnya. Waktu merupakan unsur kehidupan yang abadi di dalam kenikmatan yang kekal. Waktu juga merupakan unsur kehidupan yang sempit di dalam azab yang pedih. Waktu berlalu lebih cepat daripada awan.

  • Sehingga, jika sebagian waktunya dia gunakan untuk Allah dan dengan menaati Allah, maka itu adalah kehidupan dan umurnya.
  • Adapun waktu untuk selain itu tidak terhitung dalam kehidupannya. Jika dia hidup untuk hal demikian, maka dia menjalani kehidupan binatang-binatang ternak.

Jika

  • dia menghabiskan waktunya di dalam kelalaian, kealpaan, dan angan-angan yang batil,
  • serta tidur dan menganggur adalah kegiatan terbaik untuk menghabiskan waktunya,

maka kematian orang ini lebih baik daripada kehidupannya.

Read More

Hikmah Penciptaan Manusia

6 April 2018
/ / /

Allah taala berfirman,

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ۝٥٦ مَآ أُرِيدُ مِنۡهُم مِّن رِّزۡقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ ۝٥٧ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ ۝٥٨ فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذَنُوبًا مِّثۡلَ ذَنُوبِ أَصۡحَـٰبِهِمۡ فَلَا يَسۡتَعۡجِلُونِ ۝٥٩ فَوَيۡلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن يَوۡمِهِمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ ۝٦٠

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka. (QS. Adz-Dzariyat: 56-60).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam kitab Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhim pada ayat ini,

وَمَعۡنَى الۡآيَةِ أَنَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى خَلَقَ الۡعِبَادَ لِيَعۡبُدُوهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، فَمَنۡ أَطَاعَهُ جَازَاهُ أَتَمَّ الۡجَزَاءِ، وَمَنۡ عَصَاهُ عَذَّبَهُ أَشَدَّ الۡعَذَابِ. وَأَخۡبَرَ أَنَّهُ غَيۡرُ مُحۡتَاجٍ إِلَيۡهِمۡ بَلۡ هُمُ الۡفُقَرَاءُ إِلَيۡهِ فِي جَمِيعِ أَحۡوَالِهِمۡ. فَهُوَ خَالِقُهُمۡ وَرَازِقُهُمۡ.

Makna ayat ini bahwa Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi menciptakan para hamba agar mereka beribadah kepada-Nya semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Maka, siapa saja yang taat kepada-Nya, maka Allah akan balas dengan balasan yang paling sempurna. Dan siapa saja yang bermaksiat kepada-Nya, maka Allah akan menyiksanya dengan siksa yang amat keras. Allah juga mengabarkan bahwa Dia tidak butuh kepada para hamba itu, bahkan merekalah yang sangat membutuhkan Allah di segala keadaan mereka. Jadi Allah yang menciptakan mereka dan memberi rezeki kepada mereka.

Read More

Shahih Muslim – 18. Kitab Talak

23 Maret 2018
/ / /

  1. Bab pengharaman menalak wanita haid tanpa ridanya dan bahwa andai ada yang menyelisihi, maka tetap jatuh talak dan ia diperintah untuk merujuknya
    1. Hadis nomor 1471
  2. Bab talak tiga sekaligus
    1. Hadis nomor 1472
  3. Wajibnya kafarat bagi siapa saja yang mengharamkan istrinya namun tidak meniatkan talak
    1. Hadis nomor 1473
    2. Hadis nomor 1474
  4. Bab keterangan bahwa mengajukan pilihan kepada istrinya tidak jatuh talak kecuali dengan niat
    1. Hadis nomor 1475
    2. Hadis nomor 1476
    3. Hadis nomor 1477
    4. Hadis nomor 1478
  5. Bab tentang ila` (sumpah suami untuk tidak menggauli istri), menjauhi istri-istri, mengajukan pilihan kepada mereka, dan firman Allah taala (yang artinya), “Jika kalian berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi…” (QS. At-Tahrim: 4)
    1. Hadis nomor 1479
    2. Hadis nomor 1475
  6. Bab wanita yang ditalak tiga sudah tidak berhak lagi mendapat nafkah dan hunian (dari mantan suami)
    1. Hadis nomor 1480
    2. Hadis nomor 1481
    3. Hadis nomor 1482
  7. Bab bolehnya wanita yang menjalani idah talak bain dan yang ditinggal mati suaminya untuk keluar di siang hari untuk menunaikan hajatnya
    1. Hadis nomor 1483
  8. Bab selesainya idah wanita yang ditinggal mati suaminya dan selain itu dengan melahirkan
    1. Hadis nomor 1484
    2. Hadis nomor 1485
  9. Bab wajibnya ihdad dalam masa idah ditinggal mati suami dan pengharaman ihdad karena selain itu kecuali selama tiga hari
    1. Hadis nomor 1486
    2. Hadis nomor 1487
    3. Hadis nomor 1488
    4. Hadis nomor 1489
    5. Hadis nomor 1490
    6. Hadis nomor 1491
    7. Hadis nomor 938
Read More

Shahih Muslim – 49. Kitab Tobat

14 Maret 2018
/ / /

  1. Bab anjuran untuk tobat dan bergembira dengannya
    1. Hadis nomor 2675
    2. Hadis nomor 2744
    3. Hadis nomor 2745
    4. Hadis nomor 2746
    5. Hadis nomor 2747
  2. Bab gugurnya dosa-dosa dengan permohonan ampunan dalam rangka tobat
    1. Hadis nomor 2748
    2. Hadis nomor 2749
  3. Bab keutamaan kesinambungan zikir, memikirkan perkara-perkara akhirat, dan sikap merasa diawasi; serta bolehnya meninggalkan hal itu di sebagian waktu dan berurusan dengan dunia
    1. Hadis nomor 2750
  4. Bab luasnya rahmat Allah taala dan bahwa rahmat-Nya mendahului murka-Nya
    1. Hadis nomor 2751
    2. Hadis nomor 2752
    3. Hadis nomor 2753
    4. Hadis nomor 2754
    5. Hadis nomor 2755
    6. Hadis nomor 2756
    7. Hadis nomor 2619
    8. Hadis nomor 2757
  5. Bab diterimanya tobat dari dosa-dosa walaupun dosa-dosa dan tobat itu terjadi berulang kali
    1. Hadis nomor 2758
    2. Hadis nomor 2759
  6. Bab girah Allah taala dan pengharaman perbuatan-perbuatan keji
    1. Hadis nomor 2760
    2. Hadis nomor 2761 dan 2762
  7. Bab firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan buruk.”
    1. Hadis nomor 2763
    2. Hadis nomor 2764
    3. Hadis nomor 2765
  8. Bab diterimanya tobat pembunuh meskipun sudah banyak membunuh
    1. Hadis nomor 2766
    2. Hadis nomor 2767
    3. Hadis nomor 2768
  9. Bab hadis tobatnya Ka’b bin Malik dan dua sahabatnya
    1. Hadis nomor 2769
  10. Bab tentang kejadian berita bohong dan diterimanya tobat si penuduh
    1. Hadis nomor 2770
  11. Bab kesucian diri selir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari tuduhan
    1. Hadis nomor 2771
Read More

Shahih Muslim – 35. Kitab Kurban

4 September 2017
/ / /

  1. Bab waktu berkurban
    1. Hadis nomor 1960
    2. Hadis nomor 1961
    3. Hadis nomor 1962
  2. Bab umur hewan kurban
    1. Hadis nomor 1963
    2. Hadis nomor 1964
    3. Hadis nomor 1965
  3. Bab anjuran berkurban dan menyembelih sendiri tanpa diwakilkan dan anjuran membaca nama Allah dan bertakbir
    1. Hadis nomor 1966
    2. Hadis nomor 1967
  4. Bab bolehnya menyembelih dengan segala alat yang dapat menumpahkan darah selain gigi, kuku, dan semua tulang-belulang
    1. Hadis nomor 1968
  5. Bab penjelasan larangan memakan daging kurban setelah tiga hari di masa awal Islam dan penjelasan penghapusan hal itu dan pembolehannya sampai kapan saja ia kehendaki
    1. Hadis nomor 1969
    2. Hadis nomor 1970
    3. Hadis nomor 1971
    4. Hadis nomor 1972
    5. Hadis nomor 1973
    6. Hadis nomor 1974
    7. Hadis nomor 1975
    8. Hadis nomor 1977
  6. Bab fara’ dan ‘atirah
    1. Hadis nomor 1976
  7. Bab larangan bagi siapa saja yang masuk sepuluh Zulhijah dalam keadaan ingin berkurban untuk mengambil sedikit saja dari rambut dan kukunya
    1. Hadis nomor 1977
  8. Bab pengharaman penyembelihan untuk selain Allah taala dan laknat terhadap pelakunya
    1. Hadis nomor 1978

Download Terjemahan Kitab Kurban Shahih Muslim format PDF.

Read More

Shahih Al-Bukhari – 73. Kitab Hewan Kurban

23 Agustus 2017
/ / /

  1. Bab sunah berkurban
    1. Hadis nomor 5545
    2. Hadis nomor 5546
  2. Bab pembagian hewan kurban oleh imam kepada orang-orang
    1. Hadis nomor 5547
  3. Bab berkurban bagi musafir dan para wanita
    1. Hadis nomor 5548
  4. Bab daging yang diinginkan pada hari nahar
    1. Hadis nomor 5549
  5. Bab barang siapa mengatakan Iduladha adalah hari nahar
    1. Hadis nomor 5550
  6. Bab Iduladha dan tempat menyembelih di lapangan tempat salat
    1. Hadis nomor 5551 dan 5552
  7. Bab tentang kurban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan dua kambing kibas bertanduk dan disebut dua yang gemuk
    1. Hadis nomor 5553, 5554, dan 5555
  8. Bab sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Burdah, “Berkurbanlah dengan kambing kacang jadza’ah (belum berumur satu tahun) dan itu tidak cukup dari seorang pun setelahmu”
    1. Hadis nomor 5556 dan 5557
  9. Bab barang siapa yang menyembelih kurban dengan tangannya
    1. Hadis nomor 5558
  10. Bab barang siapa yang menyembelih kurban orang lain
    1. Hadis nomor 5559
  11. Bab menyembelih setelah salat
    1. Hadis nomor 5560
  12. Bab barang siapa menyembelih sebelum salat, maka ia ulang
    1. Hadis nomor 5561
    2. Hadis nomor 5562
    3. Hadis nomor 5563
  13. Bab meletakkan telapak kaki di atas sisi hewan sembelihan
    1. Hadis nomor 5564
  14. Bab bertakbir ketika akan menyembelih
    1. Hadis nomor 5565
  15. Bab apabila ia mengirimkan hewan hady, maka tidak ada larangan ihram yang berlaku padanya
    1. Hadis nomor 5566
  16. Bab apa saja yang boleh dimakan dari daging hewan kurban dan apa saja yang boleh dijadikan bekal darinya
    1. Hadis nomor 5567
    2. Hadis nomor 5568, 5569, dan 5570
    3. Hadis nomor 5571
    4. Hadis nomor 5572, 5573, dan 5574

Download Terjemahan Kitab Hewan Kurban Shahih Al-Bukhari format PDF.

Read More

Sunan Ibnu Majah – 25. Kitab Manasik

18 Agustus 2017
/ / /

  1. Bab keluar bepergian untuk haji
  2. Bab kewajiban haji
  3. Bab keutamaan haji dan umrah
  4. Bab haji di atas pelana
  5. Bab keutamaan doa orang yang berhaji
  6. Bab hal yang menyebabkan wajibnya haji
  7. Bab seorang wanita berhaji tanpa wali
  8. Bab haji adalah jihadnya wanita
  9. Bab berhaji atas nama orang yang sudah mati
  10. Bab haji atas nama orang yang masih hidup namun tidak mampu
  11. Bab hajinya anak kecil
  12. Bab wanita yang sedang nifas dan haid memulai talbiah untuk haji
  13. Bab mikat-mikat penduduk berbagai penjuru negeri
  14. Bab ihram
  15. Bab talbiah
  16. Bab melantangkan suara talbiah
  17. Bab naungan bagi orang yang berihram
  18. Bab wewangian ketika ihram
  19. Bab pakaian yang boleh dikenakan oleh orang yang berihram
  20. Bab sirwal dan khuff bagi orang yang berihram apabila tidak mendapatkan kain yang disarungkan atau sandal
  21. Bab menjaga diri ketika ihram
  22. Bab orang yang berihram membasuh kepalanya
  23. Bab wanita yang berihram menjulurkan kain menutupi wajahnya
  24. Bab syarat dalam haji
  25. Bab masuk ke tanah haram
Read More

Sunan An-Nasa`i – 22. Kitab Puasa

8 Mei 2017
/ / /

  1. Bab kewajiban puasa
    1. Hadis nomor 2090
    2. Hadis nomor 2091
    3. Hadis nomor 2092
    4. Hadis nomor 2093
    5. Hadis nomor 2094
  2. Bab keutamaan dan kedermawanan di bulan Ramadan
    1. Hadis nomor 2095
    2. Hadis nomor 2096
  3. Bab keutamaan bulan Ramadan
    1. Hadis nomor 2097 dan 2098
  4. Bab penyebutan perbedaan riwayat Az-Zuhri dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2099 dan 2100
    2. Hadis nomor 2101, 2102, dan 2103
  5. Penyebutan perbedaan riwayat Ma’mar dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2104, 2105, dan 2106
    2. Hadis nomor 2107 dan 2108
  6. Rukhsah mengucapkan bulan Ramadan dengan Ramadan saja
    1. Hadis nomor 2109 dan 2110
  7. Perbedaan penduduk daerah yang berjauhan dalam melihat hilal
    1. Hadis nomor 2111
  8. Bab diterimanya persaksian seorang pria terhadap hilal bulan Ramadan dan penyebutan perbedaan riwayat Sufyan dalam hadis Simak
    1. Hadis nomor 2112
    2. Hadis nomor 2113
    3. Hadis nomor 2114, 2115, dan 2116
  9. Menyempurnakan bulan Syakban jika berawan dan penyebutan perbedaan para penukil dari Abu Hurairah
    1. Hadis nomor 2117 dan 2118
  10. Penyebutan perbedaan riwayat Az-Zuhri pada hadis ini
    1. Hadis nomor 2119, 2120, dan 2121
  11. Penyebutan perbedaan riwayat ‘Ubaidullah bin ‘Umar dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2122 dan 2123
  12. Penyebutan perbedaan riwayat ‘Amr bin Dinar pada hadis Ibnu ‘Abbas dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2124 dan 2125
  13. Penyebutan perbedaan riwayat Manshur pada hadis Rib’i dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2126, 2127, dan 2128
    2. Hadis nomor 2129 dan 2130
  14. Berapa harikah satu bulan itu? Dan penyebutan perbedaan riwayat Zuhri tentang kabar dari ‘Aisyah
    1. Hadis nomor 2131 dan 2132
  15. Penyebutan kabar Ibnu ‘Abbas tentang masalah ini
    1. Hadis nomor 2133 dan 2134
  16. Penyebutan perbedaan riwayat Isma’il pada kabar Sa’d bin Malik dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2135, 2136, dan 2137
  17. Penyebutan perbedaan riwayat Yahya bin Abu Katsir pada kabar Abu Salamah dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2138 dan 2139
    2. Hadis nomor 2140 dan 2141
    3. Hadis nomor 2142 dan 2143
  18. Anjuran makan sahur
    1. Hadis nomor 2144, 2145, dan 2146
  19. Penyebutan perbedaan riwayat ‘Abdul Malik bin Abu Sulaiman dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2147, 2148, dan 2149
    2. Hadis nomor 2150 dan 2151
  20. Mengakhirkan sahur dan penyebutan perbedaan riwayat Zirr dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2152, 2153, dan 2154
  21. Kadar waktu antara sahur dengan salat Subuh
    1. Hadis nomor 2155
  22. Penyebutan perbedaan Hisyam dan Sa’id pada riwayat Qatadah dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2156 dan 2157
  23. Penyebutan perbedaan riwayat Sulaiman bin Mihran pada hadis ‘Aisyah tentang mengakhirkan sahur dan perbedaan lafal-lafalnya
    1. Hadis nomor 2158 dan 2159
    2. Hadis nomor 2160 dan 2161
  24. Keutamaan sahur
    1. Hadis nomor 2162
  25. Ajakan sahur
    1. Hadis nomor 2163
  26. Penamaan makan sahur dengan ghada` (makanan siang)
    1. Hadis nomor 2164 dan 2165
  27. Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab
    1. Hadis nomor 2166
  28. Sahur dengan sawiq (adonan gandum dan jelai) dan kurma
    1. Hadis nomor 2167
  29. Takwil firman Allah taala, “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
    1. Hadis nomor 2168 dan 2169
  30. Bagaimanakah fajar itu?
    1. Hadis nomor 2170 dan 2171
  31. Mendahului puasa sebelum bulan Ramadan
    1. Hadis nomor 2172
  32. Penyebutan perbedaan riwayat Yahya bin Abu Katsir dan Muhammad bin ‘Amr pada riwayat Abu Salamah dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2173 dan 2174
  33. Penyebutan hadis Abu Salamah dalam hal itu
    1. Hadis nomor 2175
  34. Perbedaan riwayat Muhammad bin Ibrahim dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2176, 2177, dan 2178
  35. Penyebutan perbedaan lafal-lafal para penukil hadis ‘Aisyah pada hadis ini
    1. Hadis nomor 2179, 2180, dan 2181
    2. Hadis nomor 2182 dan 2183
    3. Hadis nomor 2184 dan 2185
  36. Penyebutan perbedaan riwayat Khalid bin Ma’dan dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2186 dan 2187
  37. Puasa hari syak
    1. Hadis nomor 2188 dan 2189
  38. Kemudahan dalam berpuasa pada hari syak
    1. Hadis nomor 2190
  39. Pahala orang yang salat Tarawih dan puasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala; dan perbedaan riwayat Az-Zuhri pada hadis mengenai itu
    1. Hadis nomor 2191, 2192, dan 2193
    2. Hadis nomor 2194, 2195, dan 2196
    3. Hadis nomor 2197, 2198, dan 2199
    4. Hadis nomor 2200, 2201, dan 2202
    5. Hadis nomor 2203, 2204, dan 2205
  40. Penyebutan perbedaan riwayat Yahya bin Abu Katsir dan An-Nadhr bin Syaiban dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2206 dan 2207
    2. Hadis nomor 2208, 2209, dan 2210
  41. Keutamaan puasa dan perbedaan riwayat Abu Ishaq dalam hadis ‘Ali bin Abu Thalib tentang hal itu
    1. Hadis nomor 2211 dan 2212
  42. Penyebutan perbedaan riwayat Abu Shalih dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2213, 2214, dan 2215
    2. Hadis nomor 2216 dan 2217
    3. Hadis nomor 2218 dan 2219
  43. Penyebutan perbedaan riwayat Muhammad bin Abu Ya’qub pada hadis Abu Umamah tentang keutamaan orang yang berpuasa
    1. Hadis nomor 2220 dan 2221
    2. Hadis nomor 2222 dan 2223
    3. Hadis nomor 2224 dan 2225
    4. Hadis nomor 2226 dan 2227
    5. Hadis nomor 2228 dan 2229
    6. Hadis nomor 2230, 2231, dan 2232
    7. Hadis nomor 2233, 2234, dan 2235
    8. Hadis nomor 2236 dan 2237
    9. Hadis nomor 2238
    10. Hadis nomor 2239,2240, dan 2241
    11. Hadis nomor 2242 dan 2243
  44. Bab pahala orang yang berpuasa satu hari di jalan Allah azza wajalla dan penyebutan perbedaan riwayat Suhail bin Abu Shalih pada hadis itu
    1. Hadis nomor 2244 dan 2245
    2. Hadis nomor 2246 dan 2247
    3. Hadis nomor 2248, 2249, dan 2250
  45. Penyebutan perbedaan riwayat Sufyan Ats-Tsauri dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2251 dan 2252
    2. Hadis nomor 2253 dan 2254
  46. Bab hal yang dibenci dari puasa ketika safar
    1. Hadis nomor 2255 dan 2256
  47. Faktor penyebab diucapkannya hadis itu dan penyebutan perbedaan riwayat Muhammad bin ‘Abdurrahman dalam hadis Jabir bin ‘Abdullah dalam hadis itu
    1. Hadis nomor 2257, 2258, dan 2259
  48. Penyebutan perbedaan riwayat ‘Ali bin Al-Mubarak
    1. Hadis nomor 2260 dan 2261
  49. Penyebutan nama periwayat
    1. Hadis nomor 2262 dan 2263
    2. Hadis nomor 2264, 2265, dan 2266
  50. Penyebutan gugurnya kewajiban puasa dari musafir dan perbedaan riwayat Al-Auza’i pada berita ‘Amr bin Umayyah dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2267 dan 2268
    2. Hadis nomor 2269, 2270, dan 2271
  51. Penyebutan perbedaan riwayat Mu’awiyah bin Sallam dan ‘Ali bin Al-Mubarak dalam hadis ini
    1. Hadis nomor 2272 dan 2273
    2. Hadis nomor 2274 dan 2275
    3. Hadis nomor 2276, 2277, dan 2278
    4. Hadis nomor 2279 dan 2280
    5. Hadis nomor 2281 dan 2282
  52. Keutamaan berbuka ketika safar daripada berpuasa
    1. Hadis nomor 2283
  53. Penyebutan sabda beliau, “Orang yang berpuasa ketika safar seperti orang yang tidak berpuasa ketika mukim.”
    1. Hadis nomor 2284, 2285, dan 2286
  54. Puasa ketika safar dan penyebutan perbedaan kabar Ibnu ‘Abbas tentangnya
    1. Hadis nomor 2287, 2288, dan 2289
  55. Penyebutan perbedaan riwayat Manshur
    1. Hadis nomor 2290 dan 2291
    2. Hadis nomor 2292 dan 2293
  56. Penyebutan perbedaan riwayat Sulaiman bin Yasar pada hadis Hamzah bin ‘Amr dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2294, 2295, dan 2296
    2. Hadis nomor 2297, 2298, dan 2299
    3. Hadis nomor 2300, 2301, dan 2302
  57. Penyebutan perbedaan riwayat ‘Urwah pada hadis Hamzah dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2303
  58. Penyebutan perbedaan riwayat Hisyam bin ‘Urwah dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2304 dan 2305
    2. Hadis nomor 2306, 2307, dan 2308
  59. Penyebutan perbedaan riwayat Abu Nadhrah Al-Mundzir bin Malik bin Qutha’ah pada hadis ini
    1. Hadis nomor 2309 dan 2310
    2. Hadis nomor 2311 dan 2312
  60. Rukhsah untuk musafir, dia bisa berpuasa di sebagian waktu dan tidak berpuasa di sebagian waktu lain
    1. Hadis nomor 2313
  61. Rukhsah membatalkan puasa bagi siapa saja yang memasuki bulan Ramadan kemudian berpuasa lalu melakukan safar
    1. Hadis nomor 2314
  62. Gugurnya puasa dari wanita hamil dan menyusui
    1. Hadis nomor 2315
  63. Takwil firman Allah azza wajalla, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.”
    1. Hadis nomor 2316 dan 2317
  64. Gugurnya kewajiban puasa dari wanita yang sedang haid
    1. Hadis nomor 2318 dan 2319
  65. Jika wanita yang haid telah suci atau musafir sudah datang kembali di bulan Ramadan, apakah ia berpuasa di sisa harinya?
    1. Hadis nomor 2320
  66. Jika tidak berniat puasa sejak malam, apakah dia bisa puasa sunah hari itu?
    1. Hadis nomor 2321
  67. Niat puasa dan perbedaan riwayat Thalhah bin Yahya bin Thalhah pada kabar ‘Aisyah dalam masalah ini
    1. Hadis nomor 2322 dan 2323
    2. Hadis nomor 2324, 2325, dan 2326
    3. Hadis nomor 2327 dan 2328
    4. Hadis nomor 2329 dan 2330
  68. Penyebutan perbedaan para penukil riwayat dalam hadis Hafshah pada masalah itu
    1. Hadis nomor 2331, 2332, dan 2333
    2. Hadis nomor 2334, 2335, dan 2336
    3. Hadis nomor 2337, 2338, dan 2339
    4. Hadis nomor 2340 dan 2341
    5. Hadis nomor 2342 dan 2343
  69. Puasa Nabi Allah Dawud ‘alaihis salam
    1. Hadis nomor 2344
  70. Puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –ayah dan ibuku sebagai tebusannya- dan penyebutan perbedaan riwayat para penukil hadis dalam masalah itu
    1. Hadis nomor 2345, 2346, dan 2347
    2. Hadis nomor 2348, 2349, dan 2350
    3. Hadis nomor 2351, 2352, dan 2353
    4. Hadis nomor 2354, 2355, dan 2356
    5. Hadis nomor 2357, 2358, dan 2359
    6. Hadis nomor 2360, 2361, dan 2362
    7. Hadis nomor 2363, 2364, dan 2365
    8. Hadis nomor 2366, 2367, dan 2368
    9. Hadis nomor 2369 dan 2370
    10. Hadis nomor 2371 dan 2372
  71. Penyebutan perbedaan riwayat ‘Atha` pada hadis dalam hal ini
    1. Hadis nomor 2373, 2374, dan 2375
    2. Hadis nomor 2376, 2377, dan 2378
  72. Larangan puasa sepanjang tahun dan penyebutan perbedaan riwayat Mutharrif bin ‘Abdullah pada hadis dalam hal ini
    1. Hadis nomor 2379, 2380, dan 2381
  73. Penyebutan perbedaan riwayat Ghailan bin Jarir dalam hal ini
    1. Hadis nomor 2382 dan 2383
  74. Terus-menerus berpuasa
    1. Hadis nomor 2384
  75. Puasa dua pertiga tahun dan penyebutan perbedaan riwayat para penukil hadis dalam hal itu
    1. Hadis nomor 2385, 2386, dan 2387
  76. Puasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari; dan penyebutan perbedaan lafal para penukil hadis ‘Abdullah bin ‘Amr dalam hal ini
    1. Hadis nomor 2388, 2389, dan 2390
    2. Hadis nomor 2391, 2392, dan 2393
  77. Penyebutan tambahan dan kekurangan pahala dalam puasa; dan penyebutan perbedaan riwayat para penukil hadis ‘Abdullah bin ‘Amr dalam hal ini
    1. Hadis nomor 2394, 2395, dan 2396
  78. Puasa sepuluh hari dari sebulan dan perbedaan lafal-lafal para penukil hadis ‘Abdullah bin ‘Amr dalam hal ini
    1. Hadis nomor 2397, 2398, dan 2399
    2. Hadis nomor 2400 dan 2401
  79. Puasa lima hari dari sebulan
    1. Hadis nomor 2402
  80. Puasa empat hari dari sebulan
    1. Hadis nomor 2403
  81. Puasa tiga hari dari sebulan
    1. Hadis nomor 2404 dan 2405
    2. Hadis nomor 2406 dan 2407
  82. Penyebutan perbedaan riwayat Abu ‘Utsman pada hadis Abu Hurairah tentang puasa tiga hari dari setiap bulan
    1. Hadis nomor 2408, 2409, dan 2410
    2. Hadis nomor 2411, 2412, dan 2413
  83. Bagaimana Nabi berpuasa tiga hari dari setiap bulan dan penyebutan perbedaan riwayat para penukil hadis dalam hal itu
    1. Hadis nomor 2414 dan 2415
    2. Hadis nomor 2416 dan 2417
    3. Hadis nomor 2418, 2419, dan 2420
  84. Penyebutan perbedaan riwayat Musa bin Thalhah pada hadis tentang puasa tiga hari dari sebulan
    1. Hadis nomor 2421, 2422, dan 2423
    2. Hadis nomor 2424, 2425, dan 2426
    3. Hadis nomor 2427, 2428, dan 2429
    4. Hadis nomor 2430, 2431, dan 2432
  85. Puasa dua hari dari sebulan
    1. Hadis nomor 2433 dan 2434

Download Terjemahan Kitab Puasa Sunan An-Nasa`i format PDF.

Read More

Turunnya Alquran

21 Desember 2016
/ / /

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata di dalam kitab Ushul fit Tafsir:

١- نُزُولُ الۡقُرۡآنِ

  1. Turunnya Alquran

نُزِلَ الۡقُرۡآنُ أَوَّلَ مَا نُزِلَ عَلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ فِي لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ فِي رَمَضَانَ قَالَ اللهُ تَعَالَى‏:‏ ‏﴿‏إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾ ‏[‏القدر: ١‏]‏ ﴿‏إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ ۝٣ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ﴾ ‏[‏الدخان: ٣، ٤‏] ﴿‏شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الۡقُرۡآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ﴾ ‏[‏البقرة‏: ١٨٥].‏

Alquran diturunkan, saat awal kali diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pada malam kemuliaan (lailatulkadar) di bulan Ramadan. Allah taala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1). “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 3-4). “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).

وَكَانَ عُمُرُ النَّبِيِّ ﷺ أَوَّلَ مَا نُزِلَ عَلَيۡهِ الۡقُرۡآنُ أَرۡبَعِينَ سَنَةً عَلَى الۡمَشۡهُورِ عِنۡدَ أَهۡلِ الۡعِلۡمِ، وَقَدۡ رُوِيَ عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا وَعَطَاءٍ وَسَعِيدِ بۡنِ الۡمُسَيِّبِ وَغَيۡرِهِمۡ‏. وَهٰذِهِ السِّنُّ هِيَ الَّتِي يَكُونُ بِهَا بُلُوغُ الرُّشۡدِ وَكَمَالُ الۡعَقۡلِ وَتَمَامُ الۡإِدۡرَاكِ.

Umur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika awal kali Alquran turun kepada beliau adalah empat puluh tahun, menurut pendapat yang masyhur di kalangan ulama. Hal itu telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Atha`, Sa’id bin Al-Musayyib, dan selain mereka. Umur ini adalah saat-saat kematangan, kesempurnaan akal, dan kesempurnaan pemahaman.

وَالَّذِي نَزَلَ بِالۡقُرۡآنِ مِنَ اللهِ تَعَالَى إِلَى النَّبِيِّ ﷺ جِبۡرِيلُ أَحَدُ الۡمَلَائِكَةِ الۡمُقَرَّبِينَ الۡكِرَامِ قَالَ اللهُ تَعَالَى عَنِ الۡقُرۡآنِ: ﴿‏وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۝١٩٢ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ۝١٩٣ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ ۝١٩٤ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ﴾ ‏[‏الشعراء: ١٩٢-١٩٥‏]‏.

Yang membawa Alquran turun dari Allah taala kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Jibril, salah satu malaikat yang didekatkan lagi mulia. Allah taala berfirman tentang Alquran, “Dan sesungguhnya Alquran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara`: 192-195).

وَقَدۡ كَانَ لِجِبۡرِيلَ عَلَيۡهِ السَّلَامُ مِنَ الصِّفَاتِ الۡحَمِيدَةِ الۡعَظِيمَةِ مِنَ الۡكَرَمِ وَالۡقُوَّةِ وَالۡقُربِ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَالۡمَكَانَةِ وَالۡاحۡتِرَامِ بَيۡنَ الۡمَلَائِكَةِ وَالۡأَمَانَةِ وَالۡحُسۡنِ وَالطَّهَارَةِ مَا جَعَلَهُ أَهۡلًا لِأَنۡ يَكُونَ رَسُولَ اللهِ تَعَالَى بِوَحۡيِهِ إِلَى رُسُلِهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿‏إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ۝١٩ ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ ۝٢٠ مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ﴾ ‏[‏التكوير: ١٩-٢١‏]. وَقَالَ: ﴿‏عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ ۝٥ ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ ۝٦ وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ﴾ [ا‏لنجم: ٥-٧].

Jibril ‘alaihis salam memiliki sifat-sifat yang terpuji nan agung, berupa kemuliaan, kekuatan, kedekatan dengan Allah taala, kedudukan yang tinggi, kehormatan di antara para malaikat, amanah, kebaikan, dan kesucian. Yang itu semua menjadikan Jibril sebagai malaikat yang berhak menjadi utusan Allah taala membawa wahyu-Nya kepada para rasul-Nya. Allah taala berfirman, “Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.” (QS. At-Takwir: 19-21). Allah juga berfirman, “Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.” (QS. An-Najm: 5-7).

وَقَالَ‏: ﴿‏قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ﴾ [‏النحل: ١٠٢].

Allah juga berfirman, “Katakanlah: Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS. An-Nahl: 102).

وَقَدۡ بَيَّنَ اللهُ تَعَالَى لَنَا أَوۡصَافَ جِبۡرِيلَ الَّذِي نَزَلَ بِالۡقُرۡآنِ مِنۡ عِنۡدِهِ وَتَدُلُّ عَلَىٰ عِظَمِ الۡقُرۡآنِ وَعِنَايَتِهِ تَعَالَى بِهِ فَإِنَّهُ لَا يُرۡسِلُ مَنۡ كَانَ عَظِيمًا إِلَّا بِالۡأُمُورِ الۡعَظِيمَةِ.

Allah taala telah menerangkan kepada kita sifat-sifat Jibril yang membawa turun Alquran dari sisi-Nya. Dan yang menunjukkan agungnya Alquran dan penjagaan Allah taala kepada Alquran adalah bahwa Dia tidaklah mengutus utusan yang sangat agung kecuali dengan membawa perkara-perkara yang sangat agung pula.

Read More