Waktu Seorang Insan adalah Umurnya

Waktu Seorang Insan adalah Umurnya

9 April 2018
/ / /

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata di dalam kitab Al-Jawab Al-Kafi,

فَوَقۡتُ الۡإِنۡسَانِ هُوَ عُمۡرُهُ فِي الۡحَقِيقَةِ، وَهُوَ مَادَّةُ حَيَاتِهِ الۡأَبَدِيَّةِ فِي النَّعِيمِ الۡمُقِيمِ، وَمَادَّةُ مَعِيشَتِهِ الضَّنۡكِ فِي الۡعَذَابِ الۡأَلِيمِ، وَهُوَ يَمُرُّ أَسۡرَعَ مِنَ السَّحَابِ؛ فَمَا كَانَ مِنۡ وَقۡتِهِ لِلهِ وَبِاللهِ فَهُوَ حَيَاتُهُ وَعُمۡرُهُ، وَغَيۡرُ ذٰلِكَ لَيۡسَ مَحۡسُوبًا مِنۡ حَيَاتِهِ وَإِنۡ عَاشَ فِيهِ عَاشَ عَيۡشَ الۡبَهَائِمِ، فَإِذَا قَطَعَ وَقۡتَهُ فِي الۡغَفۡلَةِ وَالسَّهۡوِ وَالۡأَمَانِي الۡبَاطِلَةِ وَكَانَ خَيۡرَ مَا قَطَعَهُ بِهِ النَّوۡمُ وَالۡبَطَالَةُ؛ فَمَوۡتُ هَٰذَا خَيۡرٌ مِنۡ حَيَاتِهِ.

Hakikat waktu seorang insan adalah umurnya. Waktu merupakan unsur kehidupan yang abadi di dalam kenikmatan yang kekal. Waktu juga merupakan unsur kehidupan yang sempit di dalam azab yang pedih. Waktu berlalu lebih cepat daripada awan.

  • Sehingga, jika sebagian waktunya dia gunakan untuk Allah dan dengan menaati Allah, maka itu adalah kehidupan dan umurnya.
  • Adapun waktu untuk selain itu tidak terhitung dalam kehidupannya. Jika dia hidup untuk hal demikian, maka dia menjalani kehidupan binatang-binatang ternak.

Jika

  • dia menghabiskan waktunya di dalam kelalaian, kealpaan, dan angan-angan yang batil,
  • serta tidur dan menganggur adalah kegiatan terbaik untuk menghabiskan waktunya,

maka kematian orang ini lebih baik daripada kehidupannya.

2 Comments

  1. Arief 23 April 2018 7:55 pm

    Salam akhi Yusan Yanuar Ismail, ana ijin download dari web antum atas kitab-kitab yang antum upload – semoga bisa berguna untuk mahad ana. Jazakllah khairan

    Balas
    • ismail 24 April 2018 4:23 am

      Iya silakan.

      Balas

Post a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*